Sabtu, 19 Mei 2012

modul mikrobiologi


BAB I
SEJARAH PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI

           
            Mikrobiologi ialah ilmu yang mempelajari tentang bentuk, sifat dan kehidupan mikroba (jasad renik, mikroba, dan mikroorganisme).               
A.        Beberapa tokoh utama yang berperan dalam perkembangan mikrobiologi, diantaranya sebagai berikut :
1.         Anthonie Van Leeuwenhoek
Seorang mahasiswa sejarah alam yang  berkebangsaan belanda yang mempunyai hobi membuat mikroskop, selama hidupnya ia telah membuat lebih dari 250 mikroskop, masing – masing terdiri dari lensa tunggal hasil gosokan rumah yang ditanam dalam kerangka kuningan dan perak; kekuatan pembesaran tertingi yang dapat dicapai hanyalah 200 – 300 kali. Pria berkebangsaan belanda ini; yang antara  tahun  1674 – 1723; menggambarkan tentang bakteri dan protozoa yang telah diamati dengan mempergunakan mikroskop berlensa tunggal yang dibuat sendiri.
2.         Robert Hooke
Seorang ilmuan berkebangsaan inggris yang telah membuat mikroskop majemuk dan telah mengamati bahwa tersusun atas sel – sel.
3.         Lois  Pasteur (1822 – 1895)
Seorang ahli kimia berkebangsaan prancis menemukan prinsip – prinsip dasar yang berkaitan dengan sifat hidup mikroba; sehingga banyak masalah dan pertanyaan yang tadinya belum terungkap, setelah penemuan – penemuan Pasteur menjadi terjawab.
4.         Robert Kock (1843 – 1910)
Seorang dokter berkebangsaan jerman yang telah membuktikan teori kuman dari penyakit dengan menunjukan bahwa penyakit antraks disebabkan oleh suatu bakteri bernama Bascilius Antraks. Dia juga mengembangkan teknik – teknik mikrobiologi yang menggunakan              agar – agar. Suatu polisakarida yang di ekstrasikan dari rumput laut; untuk mengentalkan rata– memadatkan suatu media perkembangbiakan. Dia juga mengidentifikasikan agen bakteri penyebab Tuberklosis (1882) dan kolera (1883). 
5.         Edward Jener
Seorang dokter pedesaan berkebangsaan inggris yang telah mengembangkan dan mempublikasikan suatu teknik vaksinasi terhadap penyakit campak.
  
B.        Berbicara tentang sejarah, bidang mikrobiologi diungkapkan berdasarkan periode perkembangan mulai dari yang paling awal hingga yang modern sesuai kemajuan yang dicapai, di antaranya sebagai berikut :
-          Periode spekulasi dan perintis (dari jaman prasejarah sampai 1850)
Pada periode ini para ahli mencoba mencari jawaban dari berbagai permasalahan yang timbul di lingkungannya yang mungkin berkaitan dengan peran mikroba.
a.    Anthonie Van Leeuwenhoek (1632 – 1723)
Mengkonstruksi mikroskop dan orang pertama yang mengamati dan mendeskripsikan mikroorganisme secara akurat.“ konflik generasi spontan ” Usulan konsep generasi spontan meyakini bahwa organisme hidup dapat berkembang dari materi tidak hidup atau dekomposisi.
b.    Francesco Redi ( 1626 – 1697)
Francesco Redi ( 1626 – 1697) dari itali melakukan penelitian dengan menggunakan 3 iris daging, 1 di iris dan di isi dalam toples dan di tutup rapat, 1 di iris dan d masukan dalam toples tetapi tidak tutup. Begitupula spalanzani lazaro melakukan pengamatan dengan menggunakan air kaldu.
c.    John Nedhen
Mengadakan percobaan denga merebus daging air kaldunya di biarkan, setelah beberapa hari air kaldunya menjad keruh dan ternyata banyak di temukan mikroorganisme.
d.    Louis Pasteur(1883-1895)
Berasal dari perancis berhasil menggunakan teori abiogenesis dan eksperimenya merupakan penyempurnaan dari percobaaan Francesco Redi ( 1626 – 1697) dan spalanzani lazaro
-          Periode keemasan (1850 – 1910)
-          Periode modern (1910 sampai sekarang)
Horald urey (1893) amerika serikat dan al- oparin (1924) rusia.kedua ilmuan ini bekarja masing- masing dan tidak mengadakan kontak komunikasi, tetapi menghasilkan ide tentang teori asal mula makhluk hidup yang mirip keduanya. Oparin dalam bukunya “the origin of life” mengemukan pandangan tentang teori asal mula makhluk hidup, anggapan dasar dan prosesnya sejalan dengan pandanan horald urey. Pandangan lain, bahwa makhluk hiduppertama terbebtuk di laut. Sedangkan Stanley miller (1953) dari aamerika yang membuktikan teori urey melalui suatu eksperimie. Hasil percobaannya : gas- gas CH4,NH3,H2, dan H2O Yyang terdapat dalam bola kaca A, bila di beri Aliran listrik  bertentangan tinggi selanjutnya di destilasi (di dinginkan) setelah satu minggu maka tabung ternyata di dapatkan senyawa asam amino.


CIRI- CIRI MAKHLUK HIDUP
                        Makhluk hidup memiliki cirri- cirri yang dapat di golongkan dalam dua kategori yaitu ciri fungsiolal dan ciri structural.yang termaksud kategori cirri fungsional yaitu metabolism atau pertukaran zat dan pelestarian diri (self per[etuation), sedangkan yang termaksud dalam kategori structural yaitu tingkat organisasi dan spesialisasi.

1)        Metabolisme
Ciri fungsional metabolisme terdiri dari fungsi nutrisi, respirasi dan sintesis serta semua proses yang berlainan dengan ketiganya. Fungsi nutrisi mengolah bahan mentah untuk kehidupan, fungsi respirasi menghasilkan energy, sebagai energy berguna untuk melaksanakan fungsi sintesisnya yaitu mensintesis suatu bahan mentah menjadi bahan mentah lain yang merupakan komponen structural (pembentuk) benda hidup.sedangkan sebagian energy lainnya beserta komponen structural memungkinkan pelaksanaan fungsi pelestarian diri (self perpetution),
Proses dalam nutrisi, respirasi dan sintesis adalah proses utama metabolisme sedangkan energy hasil respirasi dan komponen structural dalam sel adalah hasil- hasil utama metabolisme, hubungan antara proses utama dan hasil utama  metabolisme dapat di lukiskan dalam bagan sebagai berikut








                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   
2)        Pelestarian diri
Fungsi pelestarian diri meliputi tiga aktifitas pokok yakni pengendalian keadaan siap (steady state controls), reproduksi dan adaptasi. Ketiga aktifitas itu memungkinkan organism mengatasi efek kesulitan dan pengrusakan yang berasal dari lingkungannya. Hal ini merupakan cirri utama dari makhluk hidup.
Pada dasarnya pengendalian keadaan siap (steady- state-controls) memungkinkan makluk hidup menerima informasi baik dari lingkungannya maupun dari dalam dirinya sendiri.informasi yang di terima itu berupa rangsangan (stimuli), sedangkan respon terhadap rangsangan itu adalah tindakan perlindungan diri.
Proses utam dalam pelastarian diri (self perpetuation) ialah apa yang berlangsung dalam aktifitas- aktifitas pengendalian keadaan siap (steady- state- control), reproduksi dan adaptasi. Proses utama itu menghasilkan hasil utam yaitu persediaan makanan, pengendalian internal, tindakan perlindungan, perbaikan diri, perkembangan seks, keturunan dan evolusi.
Hubungan antara proses dan hasil utama pelestarian diri (self perpetuation) dapat di gambarkan sebagai berikut :
PROSES UTAMA DAN HASIL UTAMA

Bahan Mentah
Nutrien
Energi
Pelestarian Diri
Sintesis
Respirasi
Komponen Sel
Energi
 











3)        Tingkat organisasi
Kesatuan terkecil makhluk hidup adalah sel.sel merupakan tingkat organisasi makhluk hidup yang paling rendah.kemudian meningkat ke jaringan lalu ke organ dan selanjutnya ke system organ serta yang terakhir adalah tingkat organism. Lebih tinggi dari tingkat organism adlah spesies atau jenis, lalu komunitas dan di akhirinya terbentuklah tingkat organisasi dunia kehidupan.
4)        Spesialisasi
 Di dalam sel berlangsung fungsi hidup seperti metabolisme, memasukan bahan mentah dan mengeluarkan sisa- sisa metabolism. Pada makhluk hidup yang terdiri dari satu sel maka semua fungsi hidup di laksanakan oleh sel tunggal itu. Sedangkan pada makhluk hidup yang terdiri dari banyak sel ada pembagian pekrjaan dalam nelaksanakan fungsi hidupnya.hal itu di sebabkan dadanya system organ, ada organ dan jaringan yang membentuk tubuh makhluk hidup itu. Syatu organ atau jaringan hanya melakukan fungsi tertentu saja. Ini adalah spesialisasi. Contoh manusia sebagai makhluk hidup.
·            Anabolisme ialah proses penyusunan dan pembongkaran dalam sel.
·            Metabolisme ialah proses kimia yang berlangsung dalam sel.
·            Nutrisi ialah memerlukan makanan.
·            Respirasi ialah proses pembakaran senyawa organik menjadi senyawa anorganik untuk menghasilkan energi.
·            Autotrof ialah mahkluk hidup yang dapat menyediakan makanannya sendiri.
·            Heterotrof ialah mahkluk hidup yang tidak dapat membuat makanannya sendiri.
·            Kemoautotrof ialah energi yang di ambil asimilasi dari reaksi kimia.
·            fotoautotrof ialah proses penyediaan makanan sendiri di mana energinya dari cahaya.

·            Fotosintesis ialah proses penyusunan zat organik menjadi anorganik dengan bantuan cahaya matahari, reaksinya 6 CO2+ 6 H2O      C6H12O6 + 6 O2.
·            Kemosintesis: asimilasi – nitrogen
                                       -- sulfur
                                       -- fosfor























NOMENKLATUR

·           Nomenklatur  Tumbuhan
Penamaan dan klasifikasi tumbuhan telah dimulai sejak awal peradaban  manusia.  Pemberian nama tumbuhan secara ilmiah berdasarkan Kode  Internasional  untuk  Nomenklatur Botani. Para botanis mengusulkan  penggunaan nama ilmiah latin bagi tumbuhan dari pada nama umum (daerah)dengan pertimbangan sebagai berikut :
v Nama umum atau daerah  tidak bersifat universal dan hanya di gunakan  dalam satu   wilayah  tertentu.
v Nama umum atau daerah tidak menyediakan informasi yang menunjukan  genus  dan famili.
v Jika suatu tanaman telah dikenal dengan baik, maka tanaman tersebut bisa memiliki  selusin atau lebih nama daerah.
v Kadang – kadang dua atau lebih tanaman memiliki nama umum atau daerah yang sama.
v Beberapa spesies, terutama spesies yang  jarang, tidak memiliki nama umum atau daerah . 
Komposisi nama ilmiah spesies terdiri dari nama genus dan nama spesifik (julukan), kedua nama ini membentuk Binominal. Nama ilmiah yang lengkap harus diikuti oleh elemen ketiga, yaitu nama author (penulis) yang pertama kali menjelaskan nama tersebut. Misalnya Quereus alba Linnaeus.  Quereus  adalah nama genus, alba adalah nama spesitik dan Linnaeus nama author.  
·           Nama Genus
Persyaratan yang berkaitan dengan nama genus  antara lain :
v Nama genus tersusun dari kata benda tunggal yang dilatinkan dan di tulis dengan huruf awal kapital.
v Bisa diambil dari nama orang, misalnya  Linnaea  untuk Linnaeus dan Jeffersonia untuk
Thomas Jefferson.Nama ilmiah dapat diambil dari nama purbakala  yang umum, misalnya  Asparagus dan
 Narcissus (yunani).
v Keistimewaan atau ciri – ciri yang menonjol dari tanaman, misalnya daun seperti hati,
 nama genusnya adalah Hepatica.

·           Nama Spesifik Atau Julukan
Persyaratan yang berkaitan dengan nama spesifik atau julukan   antara lain :
v Berasal dari beberapa sumber dan orang – orang yang terkenal atau nama  umum      
            yang sudah ada.
v Lokasi geografis.
v Beberapa karakter tanaman atau sifat – sifat yang mengilustrasikan ciri – ciri yang  
            menonjol yang membedakan spesies.
v Apabila terdiri dari dua kata , maka kedua kata dihubungkan dengan tanda 
            penghubung,misalnya Capsella bursa – pastoris (L) Medic.
v Jika nama spesifik adalah kata sifat yang ditempatkan pada genus yang memiliki
akhiran maskulin / jantan  - us , maka spesies dapat disebut albus, tetapi jika genus dengan sebutan feminim / betina, maka spesiesnya disebut alba. Quercus adalah feminim untuk tujuan dari latin botanikal. Jadi spesiesnya adalah Quercus  alba.
v Jika nama  spesifik diberikan setelah nama orang atau berakhiran dengan huruf vokal atau  –er ,maka harus ditambahkan dengan akhiran huruf  –i, misalnya glazioui, tetapi jika akhirannya konsonan maka harus ditambahkan dengan – ii,misalnya romandii.
v Jika diberikan nama wanita, maka akhirannya harus ditambahkan –iae /ae, misalnya luciliae.
v Jika berasal dari lokasi geografi, maka diakhiri dengan ensis, -(a)nus, -ianus, -inus, atau icus, misalnya quebecensis, philadelphicus dan carolmianus. Kode merekomendasikan bahwa semua  nama spesifik ditulis dengan huruf awal kecil,huruf kapital bisa digunakan  apabila  nama spesifik berasaldari nama orang atau nama pembentuk genus atau  dari nama  lain.
Nama genus dan spesifik biasanya digaris bawahi jika ditulis atau diketik, jika dicetak maka harus dicetak miring atau tebal (boldface).Nama author tidak perlu digaris bawahi
a.    Author Atau Penulis
Nama author memiliki beberapa aturan antara lain :
v Mengikuti nama genus dari nama spesifik
v Bisa disingkat, misalnya “L” untuk Linnaeus atau  Michx”. Untuk Andre Machaux.
v Nama spesies yang memiliki 2 nama author, misalnya Vernonia acaulis (Walter) Gleason.
Spesies ini pertama kali dijelaskan oleh Walter. Penulis ini memberikan nama spesifik acaulis lain bukan Vernonia. Jika ranking dari takson berubah atau spesies ditransfer dari suatu genus yang lain, maka nama dari author yang pertama kali menjelaskan ditempatkan lebih dahulu diikuti oleh nama orang yang membuat perubahan.


b.   Tingkatan Takson
Berdasarkan kode tingkatan takson seperti tabel dibawah ini

Tingkatan Takson divisi
Contoh Zygomycota
Akhiran(di Atas Genus)
mycota phyta
Seksi
 
Sama subgenus
Subseksi

Sama subgenus
Seri

Sama subgenus
Subseri

Sama subgenus
Spesies
Rhizopus
oligoporus
Lihat di atas
Subspesies


Spesies + petunjuk   takson
Dibawah spii
Varietas

Sama subspesies
Subvarietas

Sama subgenus
Forma

Sama subgenus
Subforma

Sama subgenus


Sama subgenus

      Misalnya         : Cuscuta subgen Crammica
      #     Misalnya        : Vernonia aqustitolia ssp. Angustitalia.
DISIPLIN MIKROBIOLOGI

Disiplin dalam bidang mikrobiologi
a.      Taksonomi
·         Virology
·         Bakteriologi
·         Mikologi
·         Algologi
·         Protozoologi
b.      Habitatnya terdiri dari :
·         Mikrobiologi tanah
·         Mikrobiologi udara
·         Mikrobilogi air
·         Mikrobiologi rumen
c.       Problemanya terdiri dari :
·         Ekologi mikroba
·         Fisiologi mikroba
·         Kimia/ niokimia mikroba
·         Genetika mikroba
d.     Terapan terdiri dari :
·          Mikrobiologi kesehatan
·          Mikrobiologi santasi
·          Mikrobiologi makanan
·          Mikrobiologi pasca panen
·          Mikrobiologi industry


·      Mikrobiologi pertambangan
·      Mikrobiologi analitik
·      Mikrobiologi geologi
·      Mikrobiologi kesenjataaan
·      Mikrobiologi pertanianI



BAB I
VIRUS

A.   SEJARAH PENEMUAN VIRUS
Virus mosaik tembakau merupakan virus yang pertama kali divisualisasikan dengan mikroskop elektron.Penelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak. Pada tahun 1883, Adolf Mayer, seorang ilmuwan Jerman, menemukan bahwa penyakit tersebut dapat menular ketika tanaman yang ia teliti menjadi sakit setelah disemprot dengan getah tanaman yang sakit. Karena tidak berhasil menemukan mikroba di getah tanaman tersebut, Mayer menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang lebih kecil dari biasanya dan tidak dapat dilihat dengan mikroskop.
Pada tahun 1892, Dimitri Ivanowsky dari Rusia menemukan bahwa getah daun tembakau yang sudah disaring dengan penyaring bakteri masih dapat menimbulkan penyakit mosaik. Ivanowsky lalu menyimpulkan dua kemungkinan, yaitu bahwa bakteri penyebab penyakit tersebut berbentuk sangat kecil sehingga masih dapat melewati saringan, atau bakteri tersebut mengeluarkan toksin yang dapat menembus saringan. Kemungkinan kedua ini dibuang pada tahun 1897 setelah Martinus Beijerinck dari Belanda menemukan bahwa agen infeksi di dalam getah yang sudah disaring tersebut dapat bereproduksi karena kemampuannya menimbulkan penyakit tidak berkurang setelah beberapa kali ditransfer antartanaman.Patogen mosaik tembakau disimpulkan sebagai bukan bakteri, melainkan merupakan contagium vivum fluidum, yaitu sejenis cairan hidup pembawa penyakit.
Setelah itu, pada tahun 1898, Loeffler dan Frosch melaporkan bahwa penyebab penyakit mulut dan kaki sapi dapat melewati filter yang tidak dapat dilewati bakteri. Namun demikian, mereka menyimpulkan bahwa patogennya adalah bakteri yang sangat kecil. Pendapat Beijerinck baru terbukti pada tahun 1935, setelah Wendell Meredith Stanley dari Amerika Serikat berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik yang kini dikenal sebagai virus mosaik tembakau. Virus ini juga merupakan virus yang pertama kali divisualisasikan dengan mikroskop elektron pada tahun 1939 oleh ilmuwan Jerman G.A. Kausche, E. Pfankuch, dan H. Ruska.

B.   PENGERTIAN
Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.
Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).
Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV).


C.   KLASIFIKASI VIRUS
Virus dapat diklasifikasi menurut kandungan jenis asam nukleatnya. Pada virus RNA, dapat berunting tunggal (umpamanya pikornavirus yang menyebabkan polio dan influenza) atau berunting ganda (misalnya revirus penyebab diare); demikian pula virus DNA (misalnya berunting tunggal oada fase φ × 174 dan parvorirus berunting ganda pada adenovirus, herpesvirus dan pokvirus). Virus RNA terdiri atas tiga jenis utama: virus RNA berunting positif (+), yang genomnya bertindak sebagai mRNA dalam sel inang dan bertindak sebagai cetakan untuk intermediat RNA unting minus (-); virus RNA berunting negatif (-) yang tidak dapat secara langsung bertindak sebagai mRNA, tetapi sebagai cetakan untuk sintesis mRNA melalui virion transkriptase; dan retrovirus, yang berunting + dan dapat bertindak sebagai mRNA, tetapi pada waktu infeksi segera bertindak sebagai cetakan sintesis DNA berunting ganda (segera berintegrasi ke dalam kromosom inang ) melalui suatu transkriptase balik yang terkandung atau tersandi. Setiap virus imunodefisiensi manusia (HIV) merupakan bagian dari subkelompok lentivirus dari kelompok retrovirus RNA. Virus ini merupakan penyebab AIDS pada manusia, menginfeksi setiap sel yang mengekspresikan tanda permukaan sel CD4, seperti pembentuk T-sel yang matang.
virus  diklasifikasikan menjadi:
1.         Bedasarkan tempat hidupnya
a.    Virus bakteri (bakteriofage)
Bakteriofage adalah virus yang menggandakan dirinya sendiri dengan menyerbu bakteri. Dibandingkan dengan kebanyakan virus, ia sangat kompleks dan mempunyai beberapa bagian berbeda yang diatur secara cermat. Semua virus memiliki asam nukleat, pembawa gen yang diperlukan untuk menghimpun salinan-salinan virus di dalam sel hidup.Pada virus T4 asam nukleatnya adalah DNA, tetapi pada banyak virus lain, termasuk virus penyebab AIDS, polio, dan flu, asam nukleatnya adalah RNA. Pada virus RNA, RNA "baru" dibuat dengan cara menggandakan langsung RNA "lama" atau dengan lebih dulu membentuk potongan DNA pelengkap. Virus bakteriofage mula-mula ditemukan oleh ilmuwan Prancis, D'Herelle. Bentuk luar terdiri atas kepala yang berbentuk heksagonal, leher, dan ekor. Bagian dalam kepala mengandung dua pilinan DNA. Bagian leher berfungsi menghubungkan bagian kepala dan ekor. Bagian ekor berfungsi untuk memasukkan DNA virus ke dalam sel inangnya.
b.   Virus tumbuhan
Virus yang parasit pada sel tumbuhan. Contoh virus yang parasit pada tumbuhan: Tobacco Mozaic Virus (TMV) dan Beet Yellow Virus (BYV).
c.    Virus hewan
Virus yang parasit pada sel hewan. Contoh virus hewan: virus Poliomylitis, virus Vaccina, dan virus Influenza.
2.         Berdasarkan Molekul yang Menyusun Asam Nukleat
Dibedakan menjadi: DNA pita tunggal (DNA ss), DNA pita ganda (DNA ds), RNA pita tunggal (RNA), dan RNA pita ganda (RNA)
3.         Berdasarkan Punya Tidaknya Selubung Virus Dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu
-        Virus yang memiliki selubung atau sampul (enveloped virus)
     Virus ini memiliki nukleokapsid yang dibungkus oleh membran. Membran terdiri dari dua lipid dan protein, (biasanya glikoprotein). Membran ini berfungsi sebagai struktur yang pertama-tama berinteraksi. Contoh: Herpesvirus, Corronavirus, dan Orthomuxovirus.
-        Virus yang tidak memiliki selubung
Hanya memiliki capsid (protein) dan asam nukleat (naked virus). Contoh: Reovirus, Papovirus, dan Adenovirus.

D.   STRUKTUR DAN FUNGSI VIRUS
Model skematik virus berkapsid heliks (virus mosaik tembakau): 1. asam nukleat (RNA), 2. kapsomer, 3. kapsid.
Virus merupakan organisme subselular yang karena ukurannya sangat kecil, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Ukurannya lebih kecil daripada bakteri sehingga virus tidak dapat disaring dengan penyaring bakteri. Virus terkecil berdiameter hanya 20 nm (lebih kecil daripada ribosom), sedangkan virus terbesar sekalipun sukar dilihat dengan mikroskop cahaya. Asam nukleat genom virus dapat berupa DNA ataupun RNA. Genom virus dapat terdiri dari DNA untai ganda, DNA untai tunggal, RNA untai ganda, atau RNA untai tunggal. Selain itu, asam nukleat genom virus dapat berbentuk linear tunggal atau sirkuler. Jumlah gen virus bervariasi dari empat untuk yang terkecil sampai dengan beberapa ratus untuk yang terbesar. Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia berupa DNA, dan pada virus tumbuhan kebanyakan adalah RNA yang beruntai tunggal.
Bahan genetik virus diselubungi oleh suatu lapisan pelindung. Protein yang menjadi lapisan pelindung tersebut disebut kapsid. Bergantung pada tipe virusnya, kapsid bisa berbentuk bulat (sferik), heliks, polihedral, atau bentuk yang lebih kompleks dan terdiri atas protein yang disandikan oleh genom virus. Kapsid terbentuk dari banyak subunit protein yang disebut kapsomer.





Bakteriofag terdiri dari kepala polihedral berisi asam nukleat dan ekor untuk menginfeksi inang.
Untuk virus berbentuk heliks, protein kapsid (biasanya disebut protein nukleokapsid) terikat langsung dengan genom virus. Misalnya, pada virus campak, setiap protein nukleokapsid terhubung dengan enam basa RNA membentuk heliks sepanjang sekitar 1,3 mikrometer. Komposisi kompleks protein dan asam nukleat ini disebut nukleokapsid. Pada virus campak, nukleokapsid ini diselubungi oleh lapisan lipid yang didapatkan dari sel inang, dan glikoprotein yang disandikan oleh virus melekat pada selubung lipid tersebut. Bagian-bagian ini berfungsi dalam pengikatan pada dan pemasukan ke sel inang pada awal infeksi.








Virus cacar air memiliki selubung virus. Kapsid virus sferik menyelubungi genom virus secara keseluruhan dan tidak terlalu berikatan dengan asam nukleat seperti virus heliks. Struktur ini bisa bervariasi dari ukuran 20 nanometer hingga 400 nanometer dan terdiri atas protein virus yang tersusun dalam bentuk simetri ikosahedral. Jumlah protein yang dibutuhkan untuk membentuk kapsid virus sferik ditentukan dengan koefisien T, yaitu sekitar 60t protein. Sebagai contoh, virus hepatitis B memiliki angka T=4, butuh 240 protein untuk membentuk kapsid. Seperti virus bentuk heliks, kapsid sebagian jenis virus sferik dapat diselubungi lapisan lipid, namun biasanya protein kapsid sendiri langsung terlibat dalam penginfeksian sel.
Seperti yang telah dijelaskan pada virus campak, beberapa jenis virus memiliki unsur tambahan yang membantunya menginfeksi inang. Virus pada hewan memiliki selubung virus, yaitu membran menyelubungi kapsid. Selubung ini mengandung fosfolipid dan protein dari sel inang, tetapi juga mengandung protein dan glikoprotein yang berasal dari virus. Selain protein selubung dan protein kapsid, virus juga membawa beberapa molekul enzim di dalam kapsidnya. Ada pula beberapa jenis bakteriofag yang memiliki ekor protein yang melekat pada "kepala" kapsid. Serabut-serabut ekor tersebut digunakan oleh fag untuk menempel pada suatu bakteri. Partikel lengkap virus disebut virion. Virion berfungsi sebagai alat transportasi gen, sedangkan komponen selubung dan kapsid bertanggung jawab dalam mekanisme penginfeksian sel inangnya
E.    CIRI – CIRI VIRUS
Virus memiliki ciri-ciri, antara lain:
a.         Tidak berbentuk sel, karena tidak mempunyai protoplasma, dinding sel, sitoplasma, dan nukleus.
b.        Dapat digolongkan sebagai benda mati, karena dapat dikristalkan dan    tidak mempunyai protoplasma.
c.         Dapat digolongkan benda hidup, karena memiliki kemampuan metabolisme, reproduksi, dan memiliki asam nukleat.
d.        Hanya dapat berkembang biak di dalam sel atau jaringan yang hidup.
e.        Organisme subrenik hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
f.          Virus berasal dari bahasa latin venom yang berarti cairan yang beracun.
g.         Bersifat parasit.

F.    MACAM – MACAM PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH VIRUS
a.        HIV (Human Immunodeficiency Virus)
Termasuk salah satu retrovirus yang secara khusus menyerang sel darah putih (sel T). Retrovirus adalah virus ARN hewan yang mempunyai tahap ADN. Virus tersebut mempunyai suatu enzim, yaitu enzim transkriptase balik yang mengubah rantai tunggal ARN (sebagai cetakan) menjadi rantai ganda kopian ADN (cADN). Selanjutnya, cADN bergabung dengan ADN inang mengikuti replikasi ADN inang. Pada saat ADN inang mengalami replikasi, secara langsung ADN virus ikut mengalami replikasi.
b.        Virus herpes
Virus herpes merupakan virus ADN dengan rantai ganda yang kemudian disalin menjadi mARN.
c.         Virus influenza
Siklus replikasi virus influenza hampir sama dengan siklus replikasi virus herpes. Hanya saja, pada virus influenza materi genetiknya berupa rantai tunggal ARN yang kemudian mengalami replikasi menjadi mARN.
d.        Paramyxovirus
Paramyxovirus adalah semacam virus ARN yang selanjutnya mengalami replikasi menjadi mARN. Paramyxovirus merupakan penyebab penyakit campak dan gondong.


G.   REPRODUKSI VIRUS
Untuk berkembang biak, virus harus menginfeksi sel inang. Inang virus berupa makhluk hidup lain, yaitu bakteri, sel tumbuhan, sel hewan. Cara reproduksi virus dikenal dengan proliferasi. Tahap-tahap Perkembangbiakan Virus. Daur virus dapat dibedakan menjadi daur litik dan daur lisogenik.
1.        Daur litik
1) Absorbsi (fase penempelan).
2) Infeksi (fase memasukkan asam nukleat).
3) Sintesis (fase pembentukan).
4) Perakitan.
5) Lisis (fase pemecahan sel inang).













2.        Daur lisogenik
Kadang-kadang virus ini melakukan daur lisogenik dengan tahaptahapnya:
1) Fase absorbsi.
2) Fase injeksi.
3) Fase penggabungan.
4) Fase pembelahan.
5) Fase sintesis.
6) Fase perakitan.
7) Fase litik

H.   KEUNTUNGAN VIRUS
Beberapa virus ada yang dapat dimanfaatkan dalam rekombinasi genetika. Melalui terapi gen, gen jahat (penyebab infeksi) yang terdapat dalam virus diubah menjadi gen baik (penyembuh). Baru-baru ini David Sanders, seorang profesor ­biologi pada Purdue's School of Science telah menemukan cara pemanfaatan virus dalam dunia kesehatan. Dalam temuannva yang dipublikasikan dalam Jurnal Virology, Edisi 15 Desember ­2002, David Sanders berhasil menjinakkan cangkang luar virus Ebola sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pembawa gen kepada sel yang sakit (paru-paru). Meskipun demikian, kebanyakan virus bersifat merugikan terhadap kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.
e.      Virus yang Menguntungkan:
a. Untuk membuat antitoksin.
b. Untuk melemahkan bakteri.
c. Untuk reproduksi vaksin.

I.      KERUGIAN VIRUS
Virus sangat dikenal sebagai penyebab penyakit infeksi pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Sejauh ini tidak ada makhluk hidup yang tahan terhadap virus. Tiap virus secara khusus menyerang sel-sel tertentu dari inangnya. Virus yang menyebabkan selesma menyerang saluran pernapasan, virus campak menginfeksi kulit, virus hepatitis menginfeksi hati, dan virus rabies menyerang sel-sel saraf. Begitu juga yang terjadi pada penyakit AIDS (acquired immune deficiency syndrome), yaitu suatu penyakit yang mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh penderita penyakit tersebut disebabkan oleh virus HIV yang secara khusus menyerang sel darah putih. Tabel berikut ini memuat beberapa macam penyakit yang disebabkan oleh virus.
a.      Virus yang Merugikan:
Menyebabkan penyakit pada manusia
1)   Orthomyxovirus, yang menyebabkan influenza.
2)   Paramyxovirus, menyebabkan penyakit campak.
3)   Herpesvirus varicella, menyebabkan cacar air.
4)   Corona, menyebabkan SARS (Severe Accute Respiratory Syndroms), merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan.
5)    Virus Cikungunya, menyebabkan penyakit cikungunya.
6)   Virus hepatitis A dan hepatitis B, menyebabkan penyakit hepatitis.
7)   Virus Onkogen, menyebabkan kanker.
8)   Tagovirus (flavovirus), menyebabkan demam berdarah.
9)   HIV (Human Imunodeficiency Virus), menyebabkan AIDS (Acquired Imunodeficiency Syndrome).
b.      Menyebabkan penyakit pada hewan
1)   Polyma, penyebab tumor pada hewan.
2)   Rous Sarcoma Virus (RSV), penyebab kanker pada ayam.
3)   Rhabdovirus, penyebab rabies pada vertebrata (anjing, kera, dan lainlain). Vaksin rabies ditemukan  oleh Louis Pasteur.
4)   Tetelo pada ayam atau NCD (New Castle Disease).
5)   Penyakit kuku dan mulut pada ternak, seperti sapi dan kambing.
c.       Menyebabkan penyakit pada tumbuhan
1)   Virus mozaik penyebab mozaik (bercak kuning) pada tembakau.
2)   CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) penyebab penyakit pada jeruk.
3)   Virus tungro, penyebab penyakit pada tanaman padi. Vektornya adalah wereng hijau dan wereng cokelat.

J.     KELOMPOK VIRUS















Pengertian virus, virion dan viroid
A.      Virus adalah : jasad hidup non seluler dengan ukuran dimensi kurang dari 40nm, terdiri atas kapsaid (selubung, selaput, dan kotak) dan asam nukleat ( DNA dan RNA).
B.      Virion adalah : partikelvirus di luar sel tidak menunjukan cirri- cirri hidup
C.      Viroid adalah:  
·      partikel RNA berukuran pendek ( kurang lebih 300 nukleotid), di duga berasal dari sisa intron dan tidak mengkode protein.
·      Dapat menyebabkan penyakit pada tumbuhan tinggi contoh patato spindle viroid, pstv pada kentang di duga dengan cara menggangu proses splicing RNA.
·      Cara replikasi belum di ketahui.
.
  • Berdasarkan Jenis Materi Genetika
  1. Virus DNA, contohnya bakteriofage, adenovirus, dan virus herpes.
Virus RNA, contohnya humman immunodeficiency virus (HIV), virus reo, virus rabies, virus polio, dan virus infueza











BAB II
BAKTERI


A.       SEJARAH PENEMUAN BAKTERI
Bakteria pertama dicerapkan oleh Anton van Leeuwenhoek pada tahun 1674 melalui penggunaan mikroskop kanta tunggal yang direka bentuk sendiri. Nama bakteria diperkenalkan lebih lewat oleh Ehrenberg pada tahun 1828 daripada perkataan Greek βακτηριον yang bermaksud "kayu kecil". Disebabkan kesusahan untuk memerihalkan bakteria secara berasingan, serta kepentingan penemuan bakteria untuk bidang-bidang seperti perubatan, biokimia, dan geokimia, sejarah bakteria telah diperihalkan secara amnya sebagai sejarah mikrobiologi.
Sebagai prokariot, semua bakteria mempunyai struktur sel yang agak sederhana, dan yang tidak mempunyai nukleus sel atau organel seperti mitokondrion dan kloroplas. Kebanyakan bakteria adalah agak kecil dan mempunyai morfologi (bentuk) sel dan koloni tersendiri seperti yang diperihalkan di bawah. Ciri struktur bakteria yang terpenting ialah dinding sel. Bakteria boleh dibahagikan kepada dua kumpulan (positif Gram dan negatif Gram) berdasarkan perbezaan antara struktur dinding selnya sebagaimana yang didedahkan oleh pewarna Gram. Bakteria yang positif Gram mempunyai dinding sel yang terdiri daripada lapisan peptidoglikan yang tebal (digelarkan "Murein" dalam sumber yang lebih lama) serta asid teikoik, sedangkan bakteria negatif Gram mempunyai selaput luar yang mengandungi lipopolisakarida serta selapis peptidoglikan yang nipis yang terletak di dalam periplasma (kawasan antara selaput luar dan selaput sitoplasma).
Banyak bakteria mengandungi struktur luar sel seperti flagelum dan fimbria yang digunakan masing-masing untuk pergerakan, pelekatan, dan pengkonjugatan. Sesetengah bakteria juga mengandungi kapsul atau lapisan lendir yang memudahkan pembentukan biofilem dan pelekatan bakteria kepada permukaan. Bakteria mengandungi agak sedikit struktur intrasel berbanding eukariot, tetapi mengandungi kromosom yang digelungkan dengan ketat, ribosom, dan banyak struktur yang khusus pada spesies seperti selaput intrasel, struktur storan nutrien, vesikel gas, dan magnetosom.
Sesetengah bakteria berupaya untuk membentukkan endospora yang membenarkan bakteria untuk hidup dalam tekanan persekitaran dan kimia yang keterlaluan. Bagaimanapun, sifat ini hanya dihadkan kepada organisma positif Gram seperti Basilus dan Klostridium.

B.        PENGERTIAN
Bakteri adalah organisme uniseluler terdiri dari sebuah sel prokariotik yang berdinding sel. Bakteri dapat di lihat dengan mikroskop,bakteri terdiri dari bakteriologi yang terdiri dari satu sel maka tergolong protista dan belum mempunyai membrane inti. Bakteri tergolong mikroba atau jasad renik.
Bakteri juga adalah mahluk hidup bersel satu pada umumnya tidak berklofil berkembang biak dengan membelah diri
-     Struktur tubuh bakteri
Bakteria ialah satu kumpulan utama organisma hidup. Istilah "bakteria" telah digunakan dengan berbagai-bagai maksud untuk semua prokariot serta untuk sekumpulan utamanya yang digelarkan eubakteria, tergantung kepada gagasan-gagasan mengenai hubungan antaranya. Bakteria digunakan dalam rencana ini khusus untuk merujuk kepada eubakteria. Lagi satu kumpulan bakteria (digunakan secara umum dari segi bukan taksonomi) ialah Arkea. Kajian bakteria digelarkan bakteriologi, satu subbidang mikrobiologi.
Bakteria adalah organisma yang paling banyak terdapat di dunia, dan sentiasa boleh didapati di dalam tanah serta di dalam air, dan sebagai simbion bagi organisma yang lain. Banyak patogen adalah bakteria. Kebanyakannya amat kecil, biasanya hanya 0.5-5.0 μm pada ukuran yang paling panjang, walaupun bakteria gergasi seperti Thiomargarita namibiensis dan Epulopiscium fishelsoni boleh bertumbuh melebihi saiz 0.5 milimeter. Secara amnya, bakteria mempunyai dinding sel yang serupa dengan sel tumbuhan dan kulat, tetap dinding sel bakteria biasanya diperbuat daripada peptidoglikan dan bukannya daripada selulosa (seperti untuk tumbuhan) atau kitin (seperti untuk kulat), dan tidak berhomolog dengan dinding sel eukariot. Banyak bakteria bergerak dengan menggunakan flagelum yang mempunyai struktur yang berbeza dengan flagelum kumpulan lain.
-     Bagian-bagian dari Struktur Bakteri








1)   Dinding sel
Dinding sel ini tersusun atas mukopolisakarida dan peptidoglikan (murein) yaitu susunan yang terdiri dari polimerbesar dan terbuat dari N – asetil glukosamin dan asam N – asetil muramat yang saling berikatan silang dengan ikatan kovalen.
2)   Kapsul
Merupakan selaput licin terdiri dari polisakarida terletak di luar dinding sel, bakteri yang patogen memiliki kapsul berfungsi mempertahankan diri dari antitoksin yang dihasilkan sel inang.
3)   Flagel (cambuk getar)
Berfungsi untuk bergerak, flagel melekat pada membran luar di dinding sel. Berdasarkan letak dan jumlah flagel yang dimiliki maka bakteri dibedakan menjadi:
-        Monotrik yaitu bakteri yang memiliki sebuah flagel pada satu ujungnya
-        Lopotrik yaitu bakteri yang pada satu ujungnya memiliki lebih dari satu flagel.
-        Amfitrik yaitu bakteri yang pada kedua ujungnya hanya terdapat satu buah flagel.
-        Peritrik yaitu bakteri yang memiliki flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.




Gambar . Jenis-jenis bakteri berdasarkan jumlah flagel yang dimiliki
4)   Membran sel
Tersusun atas lemak dan protein, bersifat semipermeable, berfungsi untuk mengatur keluar masuknya zat ke dalam sel.
5)   Mesosom
Terbentuk dari membran sel yang tidak membentuk lipatan. Organel ini berfungsi sebagai tempat pemisahan dua molekul DNA dan berperan juga dalam pembentukan dinding sel baru antara kedua sel anak tersebut. Sitoplasma merupakan tempat berlangsungnya reaksi metabolik. DNA untuk mengontrol sintesis protein dan pembawaan sifat.
6)   Ribosom tersusun atas protein dan RNA, sebagai tempat sintesis protein.
Pada kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, misal kekurangan nutrisi dan air, suhu yang sangat panas atau sangat dingin serta racun, maka sel bakteri akan membentuk endospora misal pada bakteri Clostridium dan Basilus.



Gambar . Endospora

C.        MORFOLOGI ATAU BENTUK- BENTUK BAKTERI









Berbagai bentuk tubuh bakteri
Bakteri bentuk bulat

Berdasarkan berntuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:
a.    Kokus (Coccus) dalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola, dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:
1.    Mikrococcus, jika kecil dan tunggal
2.    Diplococcus, jka bergandanya dua-dua
3.    Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujursangkar
4.    Sarcina, jika bergerombol membentuk kubusStaphylococcus, jika bergerombol
5.    Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai
b.    Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut:
1.    Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua
2.    Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai
3.    Spiril (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:
1)   Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran
2)   Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran
Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium dan usia. Oleh karena itu untuk membandingkan bentuk serta ukuran bakteri, kondisinya harus sama. Pada umumnya bakteri yang usianya lebih muda ukurannya relatif lebih besar daripada yang sudah tua.


Ø Alat gerak bakteri
Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik; B-Lofotrik; C-Amfitrik; D-Peritrik;
 







Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. Hampir semua bakteri yang berbentuk lengkung dan sebagian yang berbentuk batang ditemukan adanya flagel. Sedangkan bakteri kokus jarang sekali memiliki flagel. Ukuran flagel bakteri sangat kecil, tebalnya 0,02 – 0,1 mikro, dan panjangnya melebihi panjang sel bakteri. Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki, bakteri dibagi menjadi lima golongan, yaitu:
-     Atrik, tidak mempunyai flagel.
-     Monotrik, mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.
-     Lofotrik, mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.
-     Amfitrik, mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.
-     Peritrik, mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.
Ø Pengaruh lingkungan terhadap bakteri
Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu, kelembapan, dan cahaya.
·      Suhu
Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya, bakteri dibagi menjadi 3 golongan:
- Bakteri psikrofil, yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30°C, dengan suhu optimum 15°C.
- Bakteri mesofil, yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55°C, dengan suhu optimum 25° – 40°C.
- Bakteri termofil, yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75°C, dengan suhu optimum 50 - 65°C
Pada tahun 1967 di Yellow Stone Park ditemukan bakteri yang hidup dalam sumber air panas bersuhu 93° – 500°C.
·      Kelembapan
Pada umumnya bakteri memerlukan kelembapan yang cukup tinggi, kira-kira 85%. Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti, misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.
·      Cahaya
Cahaya sangat berpengaruh pada proses pertumbuhan bakteri. Umumnya cahaya merusak sel mikroorganisme yang tidak berklorofil. Sinar ultraviolet dapat menyebabkan terjadinya ionisasi komponen sel yang berakibat menghambat pertumbuhan atau menyebabkan kematian. Pengaruh cahaya terhadap bakteri dapat digunakan sebagai dasar sterilisasi atau pengawetan bahan makanan.
Jika keadaan lingkungan tidak menguntungkan seperti suhu tinggi, kekeringan atau zat-zat kimia tertentu, beberapa spesies dari Bacillus yang aerob dan beberapa spesies dari Clostridium yang anaerob dapat mempertahankan diri dengan spora. Spora tersebut dibentuk dalam sel yang disebut endospora. Endospora dibentuk oleh penggumpalan protoplasma yang sedikit sekali mengandung air. Oleh karena itu endospora lebih tahan terhadap keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan dibandingkan dengan bakteri aktif. Apabila keadaan lingkungan membaik kembali, endospora dapat tumbuh menjadi satu sel bakteri biasa. Letak endospora di tengah-tengah sel bakteri atau pada salah satu ujungnya.
Ø Peranan Bakteri
-     Bakteri menguntungkan
-     Bakteri pengurai
Bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang mati, serta sisa-sisa atau kotoran organisme. Bakteri tersebut menguraikan protein, karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2, gas amoniak, dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. Oleh karena itu keberadaan bakteri ini sangat berperan dalam mineralisasi di alam dan dengan cara ini bakteri membersihkan dunia dari sampah-sampah organik.
-     Bakteri nitrifikasi
Bakteri nitrifikasi adalah bakteri-bakteri tertentu yang mampu menyusun senyawa nitrat dari amoniak yang berlangsung secara aerob di dalam tanah. Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu:
Oksidasi amoniak menjadi nitrit oleh bakteri nitrit. Proses ini dinamakan nitritasi.
                                                                                                      

·      Reaksi nitritasi
Oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat oleh bakteri nitrat. Prosesnya dinamakan nitratasi.

·      Reaksi nitratasi
          Dalam bidang pertanian, nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Tetapi sebaliknya di dalam air yang disediakan untuk sumber air minum, nitrat yang berlebihan tidak baik karena akan menyebabkan pertumbuhan ganggang di permukaan air menjadi berlimpah.
-     Bakteri nitrogen
Bakteri nitrogen adalah bakteri yang mampu mengikat nitrogen bebas dari udara dan mengubahnya menjadi suatu senyawa yang dapat diserap oleh tumbuhan. Karena kemampuannya mengikat nitrogen di udara, bakteri-bakteri tersebut berpengaruh terhadap nilai ekonomi tanah pertanian. Kelompok bakteri ini ada yang hidup bebas maupun simbiosis. Bakteri nitrogen yang hidup bebas yaitu Azotobacter chroococcum, Clostridium pasteurianum, dan Rhodospirillum rubrum. Bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum, yang hidup dalam akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. Tumbuhan yang bersimbiosis dengan Rhizobium banyak digunakan sebagai pupuk hijau seperti Crotalaria, Tephrosia, dan Indigofera. Akar tanaman polong-polongan tersebut menyediakan karbohidrat dan senyawa lain bagi bakteri melalui kemampuannya mengikat nitrogen bagi akar. Jika bakteri dipisahkan dari inangnya (akar), maka tidak dapat mengikat nitrogen sama sekali atau hanya dapat mengikat nitrogen sedikit sekali. Bintil-bintil akar melepaskan senyawa nitrogen organik ke dalam tanah tempat tanaman polong hidup. Dengan demikian terjadi penambahan nitrogen yang dapat menambah kesuburan tanah.
-     Bakteri usus
Bakteri Entamoeba coli hidup di kolon (usus besar) manusia, berfungsi membantu membusukkan sisa pencernaan juga menghasilkan vitamin B12, dan vitamin K yang penting dalam proses pembekuan darah. Dalam organ pencernaan berbagai hewan ternak dan kuda, bakteri anaerobik membantu mencernakan selusosa rumput menjadi zat yang lebih sederhana sehingga dapat diserap oleh dinding usus.
-     Bakteri fermentasi
Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan:
No.
Nama produk atau makanan
Bahan baku
Bakteri yang berperan
1.
Yoghurt
susu
2.
Mentega
susu
3.
Terasi
ikan
4.
Asinan buah-buahan
buah-buahan
5.
Sosis
daging
6.
Kefir
susu


-     Bakteri penghasil antibiotik
Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain. Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:
·      Bacillus brevis, menghasilkan terotrisin
·      Bacillus subtilis, menghasilkan basitrasin
·      Bacillus polymyxa, menghasilkan polimixin
-     Bakteri merugikan
-     Bakteri perusak makanan
Beberapa spesies pengurai tumbuh di dalam makanan. Mereka mengubah makanan dan mengeluarkan hasil metabolisme yang berupa toksin (racun). Racun tersebut berbahaya bagi kesehatan manusia. Contohnya:
Clostridium botulinum, menghasilkan racun botulinin, seringkali terdapat pada makanan kalengan Pseudomonas cocovenenans, menghasilkan asam bongkrek, terdapat pada tempe bongkrek Leuconostoc mesenteroides, penyebab pelendiran makanan. Bakteri denitrifikasi Jika oksigen dalam tanah kurang maka akan berlangsung denitrifikasi, yaitu nitrat direduksi sehingga terbentuk nitrit dan akhirnya menjadi amoniak yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan. Contoh bakteri yang menyebabkan denitrifikasi adalah Micrococcus denitrificans dan Pseudomonas denitrificans.
-     Bakteri patogen
Merupakan kelompok bakteri parasit yang menimbulkan penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan.


·      Bakteri penyebab penyakit pada manusia:
No.
Nama bakteri
Penyakit yang ditimbulkan
1.
Tifus
2.
Disentri basiler
3.
Kolera
4.
Influensa
5.
Pneumonia (radang paru-paru)
6.
TBC paru-paru
7.
Tetanus
8.
Meningitis (radang selaput otak)
9.
Gonorrhaeae (kencing nanah)
10.
Sifilis atau Lues atau raja singa
11.
Lepra (kusta)
12.
Puru atau patek

·      Bakteri penyebab penyakit pada hewan:
No.
Nama bakteri
Penyakit yang ditimbulkan
1.
Brucellosis pada sapi
2.
Mastitis pada sapi (radang payudara)
3.
Antraks
4.
Bengkak rahang pada sapi
5.
Penyakit pada ikan

·      Bakteri penyebab penyakit pada tumbuhan:
No.
Nama bakteri
Penyakit yang ditimbulkan
1.
Menyerang pucuk batang padi
2.
Menyerang tanaman kubis
3.
Penyakit layu pada famili terung-terungan
4.
Penyakit bonyok pada buah-buahan
Ø Dekomposisi
Bakteri bekerja secara terstruktur dalam proses degradasi organisme atau proses pembusukan mayat. Proses pembusukan berawal dari mikroorganisme, misalnya bakteri-bakteri yang hidup di dalam usus besar manusia. Bakteri tersebut mulai mendegradasi protein yang terdapat dalam tubuh. Jika seluruh jenis ikatan protein sudah terputus, beberapa jaringan tubuh menjadi tidak berfungsi. Proses ini disempurnakan bakteri yang datang dari luar tubuh mayat, dan dapat pula berasal dari udara, tanah, ataupun air. Seluruh jenis bakteri ini menyerang hampir seluruh sel di tubuh dengan cara menyerang sistem pertahanan tubuh yang tidak lagi aktif, menghancurkan jaringan otot, atau menghasilkan enzim penghancur sel yang disebut protease. Kemudian dengan berbagai jenis metabolisme, mikroorganisme mulai memakan jaringan mati dan mencernanya. Tak jarang kerja proses ini dibantu reaksi kimia alami yang terjadi dalam organisme mati.
Ø Bakteri heterotrof
Tidak semua mikroorganisme mampu mendegradasi mayat. Kebanyakan mereka berasal dari jenis bakteri heterotrof. Bakteri ini membutuhkan molekul-molekul organik dari organisme lain sebagai nutrisi agar ia dapat bertahan hidup dan berkembang biak. Berbeda dengan bakteri autotrof yang mampu menghasilkan makanan sendiri dengan CO2 sebagai nutrisi makro serta bantuan dari cahaya matahari atau sumber energi kimia lainnya.
Jenis bakteri heterotrof biasanya hidup dan berkembang biak pada organisme mati. Mereka mendapatkan energi dengan menguraikan senyawa organik pada organisme mati. Molekul-molekul besar seperti protein, karbohidrat, lemak, atau senyawa organik lain didekomposisi metabolisme tubuh bakteri tersebut menjadi molekul-molekul tunggal seperti asam amino, metana, gas CO2, serta molekul-molekul lain yang mengandung enam nutrisi utama bakteri, yaitu senyawa-senyawa karbon (C), hidrogen (H), nitrogen (N), oksigen (O), fosfor (P), serta sulfur (S).
Ø Kumpulan unsur organik
Tubuh mayat adalah tempat hidup, sumber makanan, serta tempat berkembang biak bakteri-bakteri tersebut, karena tubuh terdiri dari kumpulan protein, karbohidrat, lemak, atau senyawa organik dan anorganik lain. Secara biologis, tubuh makhluk hidup (khususnya manusia) kumpulan dari unsur-unsur organik seperti C, H, N, O, P, S, atau unsur anorganik seperti K, Mg, Ca, Fe, Co, Zn, Cu, Mn, atau Ni. Keseluruhan unsur tersebut dibutuhkan bakteri heterotrof sebagai sumber nutrisi alias makanan utama mereka. Sementara cairan-cairan dengan pH (tingkat keasaman suatu larutan) tertentu yang berada dalam tubuh manusia adalah media kultur (lingkungan) pertumbuhan yang baik bagi bakteri-bakteri tersebut.
-     Bau busuk
Bau busuk dari tubuh mayat tidak hanya mengganggu, namun juga membahayakan. Pembusukan dimulai dengan pemutusan ikatan protein-protein besar pada jaringan tubuh oleh bakteri fermentasi menggunakan enzim protease. Kumpulan hasil pemutusan ikatan protein yang disebut asam amino ini dicerna berbagai jenis bakteri, misalnya bakteri acetogen. Bakteri ini mereaksikan asam amino dengan oksigen dalam tubuhnya untuk menghasilkan asam asetat, hidrogen, nitrogen, serta gas karbon dioksida. Produk asam asetat ini menimbulkan bau.
Asam asetat yang dihasilkan ini diproses kembali oleh bakteri jenis methanogen, misalnya Methanothermobacter thermoautotrophicum yang biasa hidup di lingkungan kotor seperti selokan dan pembuangan limbah (septic tank). Asam asetat direaksikan dalam sel methanogen dengan gas hidrogen dan karbon dioksida untuk menghasilkan metana, air, dan karbon dioksida. Metana dalam bentuk gas juga menghasilkan bau busuk.
Selain asam asetat dan gas metana, beberapa bakteri menghasilkan gas hidrogen sulfida yang baunya seperti telur busuk. Lebih dari itu, bau busuk mayat di lautan yang bercampur dengan uap garam bersifat racun, karena mampu mereduksi konsentrasi elektrolit dalam tubuh.
Produk berbahaya selain gas yang dihasilkan adalah cairan asam dan cairan lain yang mengandung protein toksik. Jika cairan-cairan ini sempat menginfeksi kulit yang luka atau terkena makanan, bukan hanya produk beracun yang dapat masuk ke dalam tubuh tetapi juga bakteri heterotrof patogen seperti clostridium.
Bakteri serta produk beracun ini dapat menginfeksi manusia lewat kontaminasi makanan, minuman, atau luka di kulit. Karena adanya saluran masuk ini, maka berbagai penyakit seperti malaria, diare, degradasi sel darah merah, lemahnya sistem pertahanan tubuh, infeksi pada luka (tetanus), bengkak, atau infeksi pada alat kelamin menjadi ancaman yang serius.
Cara mengatasi serangan mikroorganisme ini adalah dengan menjaga makanan dan minuman tetap steril, yaitu dengan dipanaskan. Mencuci tangan dan kaki dengan sabun antiseptik cair sebelum makan. Menjaga lingkungan agar steril dengan cara menyemprotkan obat pensteril.
Bakteri-bakteri tersebut juga dapat dicegah pertumbuhannya dengan cara meminum obat antibiotik atau suntik imunitas. Sifat-sifat inilah yang harus dipahami dengan cara mengikuti prosedur standar penanganan mayat. Antara lain menggunakan masker standar minimal WHO (tipe N-95), memakai sarung tangan khusus, serta mencuci tangan sebelum dan sesudah mengangkat satu mayat. Langkah terbaik adalah segera menguburkan mayat.
Ø Berdasarkan cara hidupnya , bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri heterotrof dan autotrof.

a)   Bakteri heterotrof.

Bakteri kelompok ini tidak berklorofil, sangat bergantung pada bahan organic yang ada disekitar tubuhnya, karena bakteri tesbut tidak dapat mengubah baha anorganik menjadi bahan organic. Bakteri heterotrof di badakan menjadi:
1.    Bakteri parasit.
Mendapatkan makanan dari organism lain yang ditumpanginya (inang) contohnya family spirochaetaceae (parasit dalam usus moluska bercangkang dua).
2.    Bakteri saprofit (saprobakter).
Bakteri saprofit adalah bakteri yang kebutuhan makanannya diperoleh dari sissa – sisa makanan organism lain yang telah mati.
Bakteri jenis ini merombak bahan organic menjadi bahan anorganik melalui fermentasi atau respirasi tak sempurna. Proses perombakan biasanya menghasilkan gas – gas CO2, H2, CH4 (metana), N2, H2S dan NH3.
Contoh bakteri ini diantaranya adalah:
·      Escherchia coli dalam keadaaan tertentu menguraikan asam semut (HCOOH) menjadi CO2 dan H2O




Gambar Esherichia coli
·      Methanobacterium omelanskii dan Methanobacterium ruminatum menguraikan asam cuka (CH3COOH) menjadi metana (CH4) dan CO2.
·      Thiobacillus debitrificans menguraikan nitrat ataupun nitrit dan menghasilkan N2, sehingga menyebabkan tanah menjadi kurang subur. Proses ini dikenal sebagai proses denitrifikasi.
·      Clostridium sporageus menguraikan asam amino menjadi ammonia (NH3)
·      Desulfovibrio desulfuricans membusukkan bangkai serta menguraikan sulfat ditempat becek, hasilnya berupa hydrogen sulfide (H2S).
3.    Bakteri pathogen
Bakteri pathogen adalah bakteri parasit yang menimbulkan penyakit hospes ‘ inang yang dihinggapi, contohnya sebagai berikut:
a.    Parasit pada manusia:
-      Salmonella thypi menyebabkan penyakit tifus.
-      Vibrio comma menyebabkan penyakit kolera
-      Clostridium tetani menyebabkan penyakit tetanus.
-     Neisseria gonorrhoeae menyebabkan penyakit kelamin (kencing tanah).
-     Neisseria meningitides menyebabkan penyakit radang seplaput otak.
-      Pasteurella pestis menyebabkan penyakit pes (sampar)
-     Mycobacterium tubercolosis menyebabkan penyakit pneumonia (radang paru – paru)
-      Mycobacterium leprae menyebabkan penyakit disentri.
-     Treponema pertenue menyebabkan penyakit patek (framboesia).
b.   Parasit pada tumbuhan
-     Pseudomonas cattleyeae penyebab penyakit pada anggrek.
-     P.solanacearum penykit pada pisang.
-     Bacterium papaya penyebab penyakit pada papaya.
c.     Parasit pada hewan ternak
-     Bacillus anthracis penyebab penykit pada ternak.
-     Mycobacterium bovis penyebab penyakit pada lembu.
-     M.avium penyebab penyakit penyakit pada unggas.n cara mengubah bahan anorgnik menjadi bahan organic.
4.    Bakteri apatogen
Bakteri apatogen adalah bakteri yang tidak menimbulkan penyakit pada hospes, contoh : Eschercihia coli dan Streptomyces greseus.

b)   Bakteri Autotrof

1.    Semua jenis bakteri autotrof mampu membuat makanan sendiri dengan Proses pengubahan dapat terjadi melalui dua cara, yaitu :
·      Foto autotrof.
Energy yang digunakan untuk menyusun bahan anorganik menjadi bahan organic adalah sinar matahari / cahaya.
Golongan fotoautotrof dibagi menjadi dua, yaitu bakteri hijau dan bakteri ungu. Bakteri ijau memiliki pigmen hijau yang disebut bakteri oviridin dan bakterioklorofil.
2.    Kemoautotrof.
Bakteri ini memperoleh energy dari bahan bahan kimia untuk menyusun bahan organic dari bahan anorganik.
Contoh : Nitrosomonas, Nitro socytis, Nitrospira dan Nitrosococcus.

1.    CIRI- CIRI BAKTERI
-     Uniseluler
-     Prokariotik






Tidak seperti eukaryota, kromosom bakteri tidak dikelilingi membran-bound nucleus melainkan ada di dalam sitoplasma sel bakteri. Ini berarti translasi, transkripsi dan replikasi DNA semuanya terjadi di tempat yang sama dan dapat berinteraksi dengan struktur sitoplasma lainnya, salah satunya ribosom
-     Tidak berklorofil tetapi adanya yang berpigmen seperti klorofil untuk fotosintesi
-     Ukurannya antara 1 mikron – 100 mikron jadi dapat di lihat dengan mikroskop cahaya
-     Pembiakan vegetative di lakukan dengan binner ( membelah diri ) sehingga termaksud division schyzophyta
-     Kadang- kadang berbiak generative dengan cara konjugasi
-     Cosmopolitan, hidup di mana- mana, di air,di tanah atau di udara
-     Berdasarkan makananya dapat bersifat autotrof(dapat menyediakan makanan sendiri) atu autotrof
-     Berdasarkan cara memperoleh energy secara aerob dan anaerob
-     Dalam keadaan lingkungan yang buruk dapat membentuk endospora(membungkus).










2.    BERDASARKAN CARA MEMPEROLEH MAKANAN
Berdasarkan cara memperoleh makanannya terbagi atas dua yaitu :
v Secara Autotrof (dapat mensintesis makanan sendiri )
-     Foto autotrof (manpu berfotosintesis )
Contoh : Bakteri Hijau, Bakteri Ungu
-     Kemoautotrof ( menggnakan energi kimia )
 Contoh :Bakteri nitrit, Bakteri Beleran
v Secara Heterotof (Tidak dapat mensintesis makana sendiri )
Terbagi bagi atas dua bagian yaitu:
·      Saprofit adalah tunbuhanyang hidup (makananya) bersal dari makhluk hidup yang sudah mati dan tidak merugikan makhluk yang masih hidup
·      Parasit adalah :makhluk hidup yang mengambil makananya dari akhluk lain dan merugikan makluk hidup yang di tempatinya
                                
3.    BERDASARKAN CARA MEMPEROLEH ENERGI
a.    Secara Aerob (memerlukaan Oksigen bebas )
Contoh :Bakteri Nitrit, Nitrobakteri
Secara An aerob (Tidak memerlukan Oksigen )
Contoh :Clostridium desulfurikans, Clostridium telani.

4.    SUHU ATAU HABITAT TEMPAT TINGGAL BAKTERI
a.    Bakteri Fsikrofil ,hidup pada suhu rendah 10 -20 C
b.    Mesofil hidup pada suhu sedang 25 – 40 C
c.    Termofil hidup pada suhu tinggi 55 – 65 C

5.    BENTUK SPORA PADA BAKTERI
a.    Bacillus berbentuk nbasil seperti batang
Contoh: Mono Bakteri.Diplobasil,Streptobasil.
b.    Coccus berbentuk bulat seperti bola
 Contoh :Diplococus, Streptococcus,tetra Coccus
c.    Spirilium berbentuk spiral
Contoh : Spilum,Speo sete, Fibrio

6.    BERDASARKAN FLAGEL ( BULU CAMBUK )
a.    Monotrik ( satu flagel melekat pada satu ujung sel )
b.    Lepotrik (Banyak plagi-el melekat pada satu ujung sel )
c.    Ampitorik ( Banyak plagel melekat pada kedua ujung sel .
d.    Peritik ( Banyakplagel dan menyebar diseluruh tubuh )
e.    Atrik ( tidak memiliki Plagel )
7.    PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH BAKTERI
Bakteri ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan.
Ø Bakteri yang menguntungkan :
a.    Bakteri Pengurai
b.    Penghasil antibiotic
c.    Penghasil Asam
d.    Permentasi
e.    Pertanian
Ø Bakteri yang merugikan  
1.    Bakteri Pathogen Pada Manusia    
a.    Vibrio coma penyakit Kolera
b.    Salmonella penyakit Tipes
c.    Triponema penyakit Spilis
d.    Clostridium penyakit Titaneus
e.    Mycobakterium T B C
f.     plococcus penyakit Pneumonia
g.    Shygelladisentriae Disentri
h.    Corynnebakterium dipteriae Penyaakit Dipteri
i.      Mycobakterium leprae Penyakit Lepra
j.      Neuseria mengitidis Penyakit radang selaput otak
k.    Neuseria gonorhoe Penyakit kencing nanah
l.      Triponema partenuae Penyakit Patek / Prombusi
m. Fateurella pestis Panyakit Sampar.
2.    Bakteri Pathogen Pada Ternak :
a.    Bacillusantracis penyakit Antrak
b.    Mycrobakterium bovis penyakit pada lembu
c.    Mycobakterium avium penyakit pada unggas
d.    Bakteri Pathogen Pada Tumbuhan
e.    Pseudomonas Penyakit pada bunga anggrek
f.     alanocearum Penyakit pada Pisang
g.    Bakteri Papayae penyakit pada pepaya.
3.    Bakteri Perusak Bahan Makanan
a.    Saprobakteri makanan jadi busuk
b.    Pseudomonas cocovenehans racun asam bongkrek
Ø Usaha pencegahan menghindari bakteri Pathogen
a.    Secara Prefentif yaitu dengan cara Vaksinasi
b.    Kuratif yaitu dengan cara Pengobatan
c.    Pencegahan dengan Pengawetan
Seperti ; Pemanasan, Pengeringan, Penggaraman, Pemanisan, Pengalenga, Pasteurilisasi, Sterilisasi, Pendinginan, Pengasaman, Pengasapan   dan Iradiasi

8.         REPRODUKSI  BAKTERI
 Bakteri tidak mengalami mitosis dan meiosis. Hal ini merupakan perbedaan penting antara bakteri (prokariot) dengan sel eukariot. Reproduksi. Bakteri mengadakan pembiakan dengan dua cara, yaitu secara aseksual dan seksual. Pembiakan secara aseksual dilakukan dengan pembelahan, sedangkan pembiakan seksual dilakukan dengan cara transformasi, transduksi , dan konjugasi. Namun, proses pembiakan cara seksual berbeda dengan eukariota lainnya. Sebab, dalam proses pembiakan tersebut tidak ada penyatuan inti sel sebagaimana biasanya pada eukarion, yang terjadi hanya berupa pertukaran materi genetika (rekombinasi genetik).
Berikut ini beberapa cara pembiakan bakteri dengan cara rekombinasi genetik dan membelah diri.
a.    Rekombinasi Genetik
Adalah pemindahan secara langsung bahan genetic (DNA) di antara dua sel bakteri melalui proses berikut:
1.    Transformasi
Transformasi adalah perpindahan materi genetik berupa DNA dari sel bakteri yang satu ke sel bakteri yang lain. Pada proses transformasi tersebut ADN bebas sel bakteri donor akan mengganti sebagian dari sel bakteri penerima, tetapi tidak terjadi melalui kontak langsung. Cara transformasi ini hanya terjadi pada beberapa spesies saja, . Contohnya : Streptococcus pnemoniaeu, Haemophillus, Bacillus, Neisseria, dan Pseudomonas. Diguga transformasi ini merupakan cara bakteri menularkan sifatnya ke bakteri lain. Misalnya pada bakteri Pneumococci yang menyebabkan Pneumonia dan pada bakteri patogen yang semula tidak kebal antibiotik dapat berubah menjadi kebal antibiotik karena transformasi. Proses ini pertama kali ditemukan oleh Frederick Grifith tahun 1982.
 





2.    Transduksi
Transduksi adalah pemindahan materi genetik bakteri ke bakteri lain dengan perantaraan virus. Selama transduksi, kepingan ganda ADN dipisahkan dari sel bakteri donor ke sel bakteri penerima oleh bakteriofage (virus bakteri). Bila virus – virus baru sudah terbentuk dan akhirnya menyebabkan lisis pada bakteri, bakteriofage yang nonvirulen (menimbulakan respon lisogen) memindahkan ADN dan bersatu dengan ADN inangnya, Virus dapat menyambungkan materi genetiknya ke DNA bakteri dan membentuk profag. Ketika terbentuk virus baru, di dalam DNA virus sering terbawa sepenggal DNA bakteri yang diinfeksinya. Virus yang terbentuk memiliki dua macam DNA yang dikenal dengan partikel transduksi (transducing particle). Proses inilah yang dinamakan Transduksi. Cara ini dikemukakan oleh Norton Zinder dan Jashua Lederberg pada tahun 1952.











3.    Konjugasi
Konjugasi adalah bergabungnya dua bakteri (+ dan –) dengan membentuk jembatan untuk pemindahan materi genetik. Artinya, terjadi transfer ADN dari sel bakteri donor ke sel bakteri penerima melalui ujung pilus. Ujung pilus akan melekat pada sel peneima dan ADN dipindahkan melalui pilus tersebut. Kemampuan sel donor memindahkan ADN dikontrol oleh faktor pemindahan ( transfer faktor = faktor F )







b.    Pembelahan Biner



Pada pembelahan ini sifat sel anak sama dengan induknya,  Pembelahan biner mirip mitosis pada sel eukariot. Badanya, pembelahan biner pada sel bakteri tidak melibatkan serabut spindle dan kromosom. Pembelahan Biner dapat dibagi atas tiga fase, yaitu sebagai berikut:
1.    Fase pertama, sitoplasma terbelah oleh sekat yang tumbuh tegak lurus.
2.    Fase kedua, tumbuhnya sekat akan diikuti oleh dinding melintang.
3.    Fase ketiga, terpisahnya kedua sel anak yang identik. Ada bakteri yang segera berpisah dan terlepas sama sekali. Sebaliknya, ada pula bakteri yang tetap bergandengan setelah pembelahan, bakteri demikian merupakan bentuk koloni.
Pada keadaan normal bakteri dapat mengadakan pembelahan setiap 20 menit sekali. Jika pembelahan berlangsung satu jam, maka akan dihasilkan delapan anakan sel. Tetapi pembelahan bakteri mempunyai faktor pembatas misalnya kekurangan makanan, suhu tidak sesuai, hasil eksresi yang meracuni bakteri, dan adanya organisme pemangsa bakteri. Jika hal ini tidak terjadi, maka bumi akan dipenuhi bakteri.

D.        PERANAN BAKTERI DALAM KEHIDUPAN
1.     Sebagai Mahluk Pengurai/Saprovor.
Bersama-sama dengan jamur, bakteri berperan sebagai pengurai
mahluk-mahluk yang sudah mati
2.     Penghasil Antibiotik.
Dari bakteri golongan Actinomycetes (bentuk peralihan antara bakteri
dan jamur) dihasilkan bermacam-macam antibiotik. Misalnya:
Streptomisin >> dari Streptomyces griseus, Kloramfemikol >> dari
Streptomyces venezuelae.
3.     Penghasil Bahan Pangan.
-      Asam cuka >> dari Acetobacter acetil
-      Yoghurt >> dari Lactobacillurs bulgaricus
-      Sari kelapa/Nata de Coco >> dari Acetobacter xylinum
4.     Pengikat N2 bebas di udara:
Bersimbiosis dengan tanaman Leguminosae (tanaman buah polong)
-      Rhizobium leguminosarum dan R. radicicola. Hidup bebas
-      Azotobacter, Rhodospirillum rubrum, Clostridium pasteurianum.

E.         MERUGIKAN MAHLUK LAIN
Bakteri patogen adalah bakteri parasit yang dapat menimbulkan penyakit pada organisme lain.
Ø Pada tumbuhan misalnya:
Xanthomonas citri >> penyebab kanker batang jeruk.
Erwinia trachelphilia >> penyebab penyakit busuk daun labu.
Ø Pada hewan misalnya:
Bacillus antraxis >> penyebab penyakit anthrax pada hewan ternak.
Actynomyces bovis >> penyebab penyakit bengkak pada rahang sapi.
Ø Pada manusia misalnya:
Salmonella thyphosa >> penyebab penyakit tifus
Mycobacterium tuberculosis >> penyebab penyakit TBC
Mycobacterium leprae >> penyebab penyakit lepra
Treponema pallidum >> penyebab penyakit sifilis
Shigella dysentriae >> penyebab penyakit disentri basiler
Diplococcus pneumoniae >> penyebab penyakit radang paru-paru
Vibrio cholera >> penyebab penyakit kolera
F.         PENGAMATAN BAKTERI
Bakteri dapat di amati deengan menggunakan mikroskop cahaya dengan sediaan basah dan olesan kering, agar pengamatan bakteri lebih mudah, bakteri dapat di warnai dengan cara pewarnaan sederhana dan pewarnaan diferensial.
Pewarnaan diferensial ini adalah pewarnaan yang membantu membedakan antara dua organism yang berlainan. Ada dua cara pewarnaan diferensial yang amat penting yaitu pewarnaan gram negative.
Langkah- langkah dari prosedur pewarnaan berikut ini adalah :
·         Membuat sediaan olesan kering
·         Mewarnai dengan Kristal violet (pewarnaan ungu)
·         Membilas dengan yodium ini di sebut mordan yang membantu mewarnai zat warna cristal violet pada organisme gram positif
·         Membilas dengan aseton atau alcohol. Pewarnaan cristal violet akan tercuat dari sel gram negative. Tetapi akan tetap nertahan pada sel gram positif.
·         Mewarnai jangat pewarna tandingan berupa zat warna merah safranin atau karbol puchsin.
Dengan mengikuti prosedur pewarnaan ini sel –sel gram positif akan berwarna ungu dan sel- sel gram negative akan berwarna merah. Cara- cara pewarnaan lain dapat juga di gunakan untuk memperlihatkan struktur spesifik misalnya pewarnaan spora, pewarnaan kapsul. Pewarnaan flagella dan sebagainya.

Perbandingan antar sel gram positif dan sel gram negative

Gram positif ve
Gram negative ve
Reaksi gram lapis peptidoglikan

Lipopolisakarida
Lipid dan protein
Membrane luar
Toksin
Kepekaan terhadap penisilin

+ve
Lebih tebal 50%-80% dari dinding sel
Tidak ada
Sedikit
Tidak ada
Eksotoksin
tinggi
-ve
Lebih tipis 1- 10% dari dinding sel
Ada banyak
Banyak
Ada
Endotoksin
rendah

G.       STRUKTUR TUBUH BAKTERI
sifat- sifat sruktur utama dari  bakteri
Ø Kapsul glikolik atau subtansi polimarik ekstra seluler.
                        Kapsul tersusun dari sir,polisakarida dan polipoptida dan kapsul dapat di perlihatkan dengan teknik pewarnaan negative dengan memakai zat warna asam yang tidak mewarnai sel bakteri dan materi kapsul. Kapsul penting artinya dalam kemampuan menyebabkan penyakit yang di sebabkan oleh bakteri yaiti :
·      Kapsul dapat melindungi bakteri pathogen dari fagositosis
·      Kapsul dapat membantu perlekatan bakteri pada suatu permukaan
·      Kapsul dapat melindungi bakteri dari dehidrasi dan dapat berlaku sebagai sumber zat makanan.
Ø Flagella
                        Adalah penjuluran yang berbentuk pita yang panjang tersusun dari protein, yang berfungsi menggerakan bakteri.
Ada 4 macam flagella yaitu:
·      Monotrikus sutu flagellum terletak pada salah satu ujumg sel bakteri
·      Amfitrikus, pada masing- masing sel bakteri terdapat satu flagellum
·      Lofotrikus, dua atau lebih flagella terdapat pada salah satu sel ujung bakteri
·      Peritrikus, falgela tumbuh di seluruh bagian dari sel bakteri.
Ø Pili
                        Adalah penjuluran pendek yang menyerupai rambut bakteri seperti flagella tetap lebih pendek dan lebih tipis. Pili tersusun dari protein dan mempunyai dua fungsi yaitu : pili bias terikat di permukaan dan pili seks menghubungkan bakteri –bakteri sehingga terjadi transfer DNA plasmid dari satu sel bakteri ke sel bakteri lainnya.
Ø Dinding sel
                        Adalah suatu sruktur yang kompleks dan agak kaku dan member bentuk pada bakteri. Dinding sel membungkus dan melindungi membrane plasma. Komposis kimiawi- suatu jaringan mukopolisakarida yang terdiri dari peptidoglikan. Dinding sel gram positif- tersusun dari 5-8 lapisan peptidoglikan. Dinding gram negative- lebih kompleks, terdiri dari beberapa lapis yang bebrbeda dan mengandung peptidoglikan, lipoprotein, lipopolisakarida, protein dan lemak.
Ø Membrane plasma atau membrane sitoplasma
                        Membrab plasma terdiri dari suatu fospolopid dua lapis yang mengandung protein dan bagi bakteri mempunyai sifat- sifat sbb:
·      Permeabilitas selektif
·      Tempat berlangsungnya fosforilisasi oksidatif- produksi              ATP
·      Mengikat DNA selama pembelahan sel.















BAB III
JAMUR


A.   PENGERTIAN
Jamur adalah tumuhan rendah sebagai mana yang telah kita kenal, mempunyai nama yang beraneka ragam yaitu:
·      Mycoba atau mycetes adalah jamur
·      Fungi
·      Cendawan
·      Lapuk atau kapang

B.   KLASIFIKASI JAMUR
secara umum jamur terbagi  5atas yaitu :
1)   Myxomycetes ( jamur lendir)
Ciri – ciri khusus:
v  Dalam daur hidupnya memiliki dua fase kehidupan
     Vegetatif : -   berupa kumpulan protoplasma yang bergerak seperti amuba    (hewan) sehingga disebut plasmodium.
-      Plasmodium akan membentuk sporangium yang berdinding.
-          Plasmodium akan menghasilkan spora yang tidak punya perbedaan jenis kelamin.
-          Spora akan bertambah pada air atau tempat basah menjadi sel kembara ( myxoflagelata ) karena mempunyai bulu temblak ( flagel).
-          Lalu flagel lenyap dan berubah menjadi myxooanium yang dapat bergerak bebas.
-          Myxoflagelata dan myxoamuba dapat berbiak vegetatif dengan cara membelah.
Generatif :  -     dua mycoflagelata atau dua mycoamuba dapat mengadakan     perkawinan yang menghasilkan amebozigot yang masih berinti dua.
-          Dua inti melebur menjadi satu sehingga diploid tetapi bentuknya masih berbentuk cair (plasmodium).
v  Cadangan makanan berupa glikogen.
v  Hidup di tanah hutan, daun mutuh, kayu lapuk.
v  Arah gerakannya dipengaruhi gaya kemotaksis, hidrotaksis fototaksis negatif.
v  Ukuran mikroskopis.

Contoh
v  Fuligo variams, plasmodium merupakan hasil peleburan
v  Aethalium septicum
v  Dictyosetllium mucoroides, plasmodium merupakan agrerat atau kumpulan saja
v  Physarium sp, yang hidup ditempat lembab dan banyak mengandung zat organic






2)   Phycomycetes (jamur ganggang)
Ciri- ciri khusus yaitu :
·         Benang – benang hyfanya tidak bersekat, jadi berupa pipa.
·         Reproduksi vegetatif dengan zoospora
·         Dalam daur hidupnya fase diploid terletak pada zygot saja, sedangkan sisanya adalah  haploid.
·         Hidup sebagai parasit.
·         Ukurannya mikroskopis.
            Morfologi dan daur hidup phycomycetes
Gambar Struktur Rhizopus Nigrikan

1)      Alat untuk menempelkan diri pada substrat di gunakan rhizoid.
2)      Satu rumpun dengan rumpun lain di hubungkan dengan stolon.
3)      Tangkai kotak spora adalah sporangiosphore dengan kotak sporanya ( sporangium) diujung.
4)      Bongkol terapat
5)      menempelnya spora adalah kolumelella.

Siklus hidup Rhizopus sp

Keterangan gambar
1)      Zigospora yang diploid
2)      Sporangiospor dengan sporangiumnya
3)      Spora yang mulai disebarkan yaang haploid
4)      Terdapat perbedaan spora + dan spora
5)      Masing-masing spora +/ - akan berkembang menjadi myselium baru +/-
6)      Spora-spora baru yang dihasilkannya
7)      Mycelium baru dari generasi vegetatif
8)      Dua macam hifa +/- bersatu, masing-masing ujungnya menjadi progamet
9)      Selanjutnya menjadi gamet yang tipis

Contoh phycomycetes
1)      Mucor mucendo
2)      Pilolobus crystallinus, jamur kotoran kuda, sporanya dapat terlempar jauh

3)   Ascomycetes( jamur yang memiliki askus
     Ciri- ciri khusus
·         Benang-benang hifa bersekat
·         Tubuh buah berupa askus / askospor
·         Askusnya ada yang berkelompok membentuk askokan
·         Punya alat pembiak yang di hasilkan secara  vegetatif berupa konidia / konidiospora
·         Reproduksi vegetatif dengan : tunas, konidium, dan fragmentasi
·         Reproduksi generatuf dengan spora, konugasi

     Morfologi ascomycetes
  
Gambar struktur Aspegillus glaucus

Keterangan gambar
·         Kohidiofor tangkai konidium
·         Mycelium dengan konidiumnya
·         Konidium yang di besarkan
·         Askus / askospora



Siklus hidup  Aspegillus glaucus

 Contoh ascomycetes
·         Sacitaromycetes cerevisiae, penghasil vitamin B compeks
·         Pennicilium roqueforti dan p canemberti, dapat meningkatkan kualitas keju

 

4)   Basidomycetes ( jamur yang memiliki basidium
    Ciri – ciri khusus
·         Benanng – benang hifa bersekat
·         Tubuh buahnya berupa basidium, apabila bersatu membentuk basiookarf
·         Umumnya berukuran makroskopis
·         Reproduksi vegetatif tunas basidium
·         Reproduksi generatif konyugasi, basidiomycetes yang dibentuk oleh basidium.

    Morfologi basidiomycetes
                 Contoh yang representatif dan basidiomycetes ini adalah jamur merang       ( volvariela volvaccae

Gambar  Volvoriella volvace (jamur merang)

Keterangan gambar
1.      Jamur meramg yang masih kecil
2.      Tubuh buah yang sudah tua
3.      Mikroskopis dari penampang tubuh buah

Contoh Basidiomycetes
1.    Clavaria zipelli, saprofit dihutan
2.   Hydnum helveolum, safropit di pegunungan
3.   Polyporus gigantea, jamur kayu yang besar
Siklus hidup  Vovoriiella volvacae


Ciri utama dari divisi ini adalah hifa septat dengan sambungan apit (clamp connection), spora seksualnya terbentuk dari basidium yang berbentuk ganda.
      Terdiri dari beberapa kelas, diantaranya adalah kelas Hymenomycetes, ordo argalicales, family agaricaceae, yang mencakup jamur – jamur berlamela atau memiliki keeping lipatan.
     Ciri – ciri jamur ini antara lain adalah berdaging, saprobe, tubuh buah seperti payung,tetapi pada bebrapa spesies tangkainya asimetris, pendek bahkan tidak bertangkai. Basidiospora terdapat dipermukaan lamella atau bilah yang terbentuk di bagian bawah tudunya, contoh terkenal dari agaricaceae ini adalah volvariella volvaceae (jamur padi, kamur dami). Daur hidup basidiomycotina dimulai dari pertumbuhan spora basidium atau pertumbuhan konidium. Spora basidium atau konidium akan tumbuh menjadi benang hifa membentuk miselium.

5)   Deuteuromycetes (fungsi inperfect, jamur yang belum sempurna karna belum di ketahui cara pembiakan generatifnya.
v  Ciri – ciri khusus
-          Belum diketahui cara pembiakan generatifnya
-          Ukurannya mikroskopis
-          Ciri- ciri sturuktur tubuhnya sama dengan ascomycetes sehingga kalau golongan jamur ini diketahui cara berbiak generatifnya. Maka di masukkan ke ascomycetes
-          Reproduksi hanya secara vegetatif : konidia
v  Contoh Deuteuromycetes
-          Colletotrichum sp
-          Cladosporium sp
-          Gloesporium sp
-          Diplodia sp




Jamur ini bersifat saprofit dibanyak jenis materi organic, sebagai parasit pada tanaman tingkat tinggi , dan perusak tanaman budidaya dan tanaman hias. Jamur ini juga menyebabkan penyakit pada manusia , yaitu dermatokinosis (kurap dan panu) dan menimbulkan pelapukan pada kayu.
     Contoh klasik jamur ini adalah monilia sitophila , yaitu jamur oncom. Jamur ini umumnya digunakan untuk pembuatan oncom dari bungkil kacang. Monilia juga dapat tumbuh dari roti , sisa- sisa makanan, tongkol jagung , pada tonggak – tonggak atau rumput sisa terbakar, konodiumnya sangat banyak dan berwarna jingga.

C.   CIRI –CIRI UMUM JAMUR
1)   Eukarion
2)   Ada yang monoseluler kebanyakan poliseluler
3)   Tubuhnya tersusun dari benag- benang halus (hifa) yang akan bersatu membentuk jaringan- jaringan (mycelium)
4)   Masih bersifat halus artinya belum mempunyai akar, batang dan daun semputna termaksud tholopyta
5)   Tidak berklorofil, heterotrof dengan cara parasit atau saprofit
6)   Umunya berbiak vegetative dengan spora, yang di air dan zoospore yang berflagela
7)   Hidup di tempat-tempat lembab dan kurang sin

D.   ALAT REPRODUKSI PADA JAMUR


      Jamur dapat berkembang biak dengan cara aseksual dan seksual.
Perkembangan secara aseksual dilakukan dengan pembelahan sel (fragmentasi) dan pembentukan spora. Pembentukan spora berfungsi untuk menyebarkan spesies dalam jumlah besar. Spora jamur dibedakan menjadi dua, yaitu spora aseksual dan spora seksual. Spora aseksual membelah secara mitosis dan spora seksual membelah secara meiosis. Contoh spora aseksual adalah zoospora, endospora, dan konidia.
Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan peleburan dua sel inti yaitu melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium menyebabkan terjadinya Singami, yaitu penyatuan sel dari dua individu.
                     Singami terjadi dalam tiga tahap, yaitu plasmogami, kariogami, dan meiosis. Pada tahap plasmogami, terjadi penyatuan dua protoplas membentuk sel yang mengandung dua inti yang tidak menyatukan diri selama pembelahan sel (stadium dikariot). Pada saat bersamaan, terjadi pula pembelahan inti bersama. Setelah pembentukan benda buah, terjadilah peleburan sel haploid (kariogami) inti zigot yang diploid. Setelah ini, baru terjadi meiosis, yaitu pembelahan sel dan pengurangan jumlah kromosom menjadi haploid kembali.
Beberapa tipe spora seksual adalah askospora, basidiospora, zigospora, dan oospora. Perkawinan jamur Ascomycota menghasilkan askospora. Basidiospora adalah spora yang dihasilkan oleh jamur Basidiomycota. Askospora terdapat di dalam askus dan berjumlah 8 spora, sedangkan basidiospora terdapat di dalam basidium dan berjumlah 4 spora.

E.    PERANAN JAMUR PADA KEHIDUPAN MANUSIA
v  Jamur yang menguntungkan

Kelas
Spesies
Keuntunganya
Phycomisetes







Ascamycetes





basidiomycetes
-    Murcor javanicus
-    Clomida mucor orizae, rhizopus, migricons
-      Sacharomycetes
-      Elipsoiders
-      Sacharomycetes rual
-      Sacromycetes cereviciae
-      Facx medicinalis
-      Fomes affi cinalis
-      Volvariale voliaceak
-      boktu edulis
-      auricularia polytricha
-    sebagai ragi tape yang mampu merubah tepung menjadi gula
-    terdapat dalam ragi tempe yang mampu memecahkan protein dan lemak, sehingga berperan dalam pembuatan tempe dan orear putih.
Untuk pembuatan minuman Anggur
Merubah air mira menjadi tuak (badeg) Jamur untuk bir atau roti

Adalah endapan dari jamur bir berguna untuk membuat pil vitamin b complex

Jamur merang yang dapat di makan
Jamur batu dapat di makan
Jamur kuping dapat di makan








v  Jamur yang merugikan

Kelas
Phycomisetes


Ascamycetes


Species
     Olpidium brassicae
     Plasmodiophora brassicae
     Plasmophora viticola
     Aspergilus playes

     Ordium heveae
Kerugiaannnya
Parasit kubis- kubisan

Parasit pada anggur
Menghasilkan racun aflaktoksin
Menyerang daun karet (hevea sp)



F.       Peranan jamur terhadap lingkungan hidup
 Jamur dan sebagian bakteri bersifat heterotrof, sehingga dalam memenuhi kebutuhan makananya hanya mengambil senyawa organic yang sudah ada baik secara parasit maupun saprofit.

G.     Struktur tubuh jamur
·         Membrane sel dan bahan kitin, bukanya selulosa
·         Hyfa dan miselliumnya adanya yang bersekat ada pula yang tidak bersekat
·         Tidak memiliki kromotofor
·         Pada jamur tertentu dalam mengatasi lingkungan yang buruknnya. Sel- selnya akan berubah menjadi teleukospora atau klomidiospora sebagau alat pertahananya.
·         Mengandung cadangan makanan berupa glikogen, lemak dan uteum.

    





















BAB V
ALGA

A.   Pengertian alga
            Alga merupakan tumbuhan berklorofil, tubuhnya bersel satu atau bersel banyak, namun belum mempunyai organ- organ akar, batang dan daun.
B.   Ciri- ciri alga
·         Tubuhnya terdiri dari satu sel (uniseluler) atau bersel banyak (multiseluler) yang berbentuk koloni, filament atau benang.
·         Tidak mempunyai akr, batang, dan daun sesungguhnya dan umumnya berlendir
·         Mempunyai klorofil sehingga alga bersifat autotrof
·         Alga yang bersel satu umumnya merupakan fitoplanton di perairan
·         Alga dapat menjadi vegetasi perintis
·         Habitatnya di laut, di air tawar, dan tempat- tempat basah.
C.   Peranan alga dalam kehidupan manusia
·         Dalam ekositem perairan, terutama alga yang bersel satu merupakan komponen fitoklanton penting yang merupakan produsen utama. Sehimgga dalam bidang perikanan peran alga sangat penting.
·         Sebagai penyubur tanah perairan
·         Sebagai bahan makanan
·         Sebagai penghasil bahan industry
D.  Keuntungan dan kerugian alga
                        Secara umum alga tidak ada yang merugikan bersifat autotrof kecuali beberapa spisies beberapa spesies yang heterotrof dengan sifat parasit. Misalnya cephaleuros. Virescens yang menimbulkan penyakit pada tanaman teh.
                 Alga merupakan sumber nabati berbagai bahan kebutuhan hidup manusia, ada yang dapat di makan langsung sebagai sayuran, misalnya beberapa jenis alga hijau (chlophyceae), ada yang dapat menghasilkan agar-agar (alga merah) ada yang menghasilkan obat-obatan (alga pirang dan alga merah), selain itu ada pula yang dapat menhasilkan bahan- bahan lain yang berguna, misalny soda, monit, dan iodium.

            Beberapa  contoh alga yang menguntungkan :
*      Chlorella sp (Cholorophyceae), di gunakan untuk penyelidikan fotosintesis dan berkemampuan besar untuk dijadikan sumber makanan baru.
*      Beberapa alga ini di laut yang besar di jadikan sayur oleh orang jepang.
*      Navicula, sp (chrysophyceae) sel- sel yang telah mati akan menghadap di dasar laut membentuk lapisan tanah diatom/ kersik yang berguna sebagai bahan penggosok, bahan isolasi, bahan penyekat dimamit dan bahan filter.
*      Beberapa crysophyceae dapat digunakan sebagai penghalus pada pembuatan kristal es krim.
*      Laminaria, cloustoni dan Fucus vesiculosus (phaeophyceae) mempunyai khasiat sebagai obat
*      Chondrus, crispus dan gigartina manilolosa(rhodophyceae) penghasil karagen (lumut islandia) yang berkhasiat sebagai obat
*      Celidium cartilagineum, gelidium lichennoides dan gracilaria lichenides (rhodophyceae ) penghasil agar-agar.
*      Euchema spinosum  ( rhodophyceae) bahan agar-agar daerah tropis
*      Phaeophyceae penghasil cadangan makanan berupa laminarin yang merupakan bahan baku pembuatan asam alginot, sodamanit dan mengandung iodium (i).
E.   Peranan alga dalam ekosistem
              Dalam suatu ekosistem darat / air, alga mempunyai peranan yang penting. Pada ekosistem darat yang gersang (batu), alga mempunyai peranan yang penting sebagai vegetasi perintis (pionir) maksudnya, alga merupakan pembuka jalan untuk tumbuhnya tanaman lain pada suatu substra (tempat) yang tadinya tidak dapat ditumbuhi tanaman lain.
         Prosesnya :
1.      Alga yang menempel pada batu / cadas akan mengadakan respirasi sehingga menghasilkan gas CO2.
2.      CO2 yang di hasilkan akan beraksi dengan air dan membentuk asam carbonat (HCO3)
3.      Asam carbonat akan menghancurkan ikatan senyawa kapur (Ca ata PO4) yang terdapat pada batu, sehingga batu tersebut menjadi lapuk
4.      Hasil lapukkan batu dapat di tumbuhi tanaman lain.

      Pada suatu ekosistem air yang paling sederhana produsen yang paling utama adalah alga, karena bersifatautotrof sehingga mampu mengadakan fotosintesis. Selain sebagai penghasil O2, alga juga berperan sebagai fitoplankton yang merupakan makanan utama herbifora air misalnya sehingga air, ikan kecil, udang dan lain- lain. yang nantinya akan menyusun suatu piramida makanan dan piramida energi dalam suatu ekosistem air.
Beberapa alga biru (Cyanophycae) mempunyai kemampuan dalam mengikat nitrogen (N2) bebas dari udara sehingga akan menyebutkan tanah alga tersebut umumnya bersiosis dengan tanaman lain.
        Contoh :
-     Nostoc commune dan Nostoc Sphaeroides yang bersimbiosis dengan jamur yang akan membentuk Linchenes (lumut kerak).
-     Anabacna cyacadae yang bersiombiosis dengan akar pakis haji (cyeaarumphii).
-     Anabacna acollae yang bersimbiosis dengan daun paku air (Azolla pinmata) yang bisa  bisa hidup di sawah dan kolam
F.    Klasifikasi alga
   Berdasarkan pigmentasinya, alga dapat di bagi menjadi 5 kelas :
·         Cyanophyceae atau alga biru
Ciri- cirinya
v  Ada yang bersel satu dan bersel banyak yang berupa benang atau koloni.
v  Habitatnya : di air tawar, di air laut, tempat- tempat yang lembab,batu- batuan, dan dapat pula di mata air panas denga suhu sampai kurang lebih 85 persen
v  Alga ini merupakan komponen penting fitoplanton
v  alga biru mempunyai pigmen yang di sebut fikosianin
v  tidak mempunyai kloplas, sehingga klorofil tersebar di dalam plasma sel
v  inti sel berupa prokarion yaitu inti tidak mempunyai membrane inti
v  pembiakan vegetative
dengan menbelah diri, fragmentasi, dengan hormogonium, dan dengan heterokist


              Gambar struktur tubuh Rivularia sp
·         Chlorophyceae atau alga hijau

Gambar siklus hidup chlorophyceae



·         Phaeophyceae atau alga perang

Gambar struktur tubuh Rivularia sp


·           Rhodophyceae atu alga merah
Ciri- ciri khusus:
1.      Poliseluler berbentuk benang atau lembaran yang mengalami percabangan.
2.      Umumnya hidup di air laut, hanya beberapa saja yang di air tawar.
3.      Mengandung vikoeritin (merah) fikosianin (biru) dan klorofil a.
4.      Mengandung tepung floride dan floridosid(campuran antara gliserin dan galaktosa) di gunakan sebagai penguat gigi pada berbagai pasta gigi.
5.      Umumnya bersifat autototrof dan sebagian ada yang bersifat heterotrof yang parasit.
6.      Reproduksi vegetatif      : Spora
                    Generatif     : Oogame
Contoh rhodophyceae
1.      Gelidium cartilagneum     penghasil agar-agar
2.      Gelidium lichenides          daerah dingin
3.      Glacilaria lichenoides     
4.      Euchema spinosum            penghasil agar-agar didaerah tropis
5.      Chondrus crispus              penghasil karagen (lumut islandi)
6.      Gigartina mamilosa          yang berkhasiat obat


                      


                        






           GAMBARR RHODOPHYCEAE




PROTOZOA
A.   PENGERTIAN
Protozoa adalah hewan uniseluler (satu sel) dan termasuk sebagai organisme eukariota. Metabolisme tubuhnya yang terjadi di dalam protoplasma sel itu sendiri menyebabkan hewan protozoa juga sering disebut sebagai hewan organisasi tingkat protoplasma. Dalam taksonomi protozoa terletak di bawah kingdom protista dengan kedudukan sebagai filum protozoa. Banyak hewan protozoa yang hidup di perairan dan di dalam tanah bahkan hidup di dalam tubuh hewan sebagai fauna normal. Beberapa spesies dari filum protozoa adalah parasit.
Pada umumnya protozoa bersifat aerob dan heterotrof. Mereka memakan mikroorganisme dan partikel-partikel bahan organik. Hewan ini tidak mempunyai dinding sel yang tebal, dan sering kali mempunyai flagel atau silia. Lapisan luar penutup tubuhnya berupa membran elastis yang disebut pelikel. Sel-sel pada protozoa yang mempunyai struktur pelikel memerlukan struktur khusus yang berguna untuk mengambil makanan, maka terkait dengan hal tersebut maka pada beberapa jenis hewan dalam filum ini mempunyai vakuola kontraktil.



B.   KLASIFIKASI PROTOZOA
a.      Rhizopoda
Bergerak dengan kaki semu (pseudopodia)yang merupakan penjuluran protoplasma sel.    Hidup di air tawar, air laut, tempat-tempat basah, dan sebagian ada yang hidup dalam tubuh hewan atau manusia.Jenis yang paling mudah diamati adalah Amoeba.
Ektoamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup di luar tubuh organisme lain (hidup bebas), contohnya Ameoba proteus, Foraminifera, Arcella, Radiolaria.
Entamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup di dalam tubuh organisme, contohnya Entamoeba histolityca, Entamoeba coli.

v  Ciri-ciri khusus
1.      Protoplasma dapat menjadi kaki semu (pseudopodia)
2.      Pseudopodia sebagai alat gerak yang akan melakukan Amelipehi sehingga bentuknya
3.      Hidup di air tawar
4.      Sifatnya heterotrof dan bahan makanannya berupa bahan organik dan organisme monoseluler (alga, bakteri, protozoa lainnya)
5.      Reproduksi vegetasi dengan membelah diri

b.      Flagellata (Mastigophora)
Bergerak dengan flagel (bulu cambuk)     yang digunakan juga sebagai alat indera dan alat bantu untuk menangkap makanan.
Dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu :Fitoflagellata
Ø  Flagellata autotrofik (berkloroplas), dapat  berfotosintesis.
 Contohnya : Euglena viridis,  Noctiluca milliaris, Volvox
                       globator.Zooflagellata
Ø   Flagellata heterotrofik (Tidak berkloroplas).
            Contohnya : Trypanosoma gambiens, Leishmania

v  Ciri-ciri khusus
1.      Bentuk tubuh tetap dan tanpa rangka tubuh
2.      Alat gerak berupa bulu cambul (Flagum = Metigo)
3.      Hidup di air tawar, laut atau parasit pada organisme dan manusia
4.      Tubuh di lindungi oleh suatu selaput yang flaksibel di sebut pellikel
5.      Reproduksi vegetatif    :  membelah diri
                     Generatif :   konjugasi




v  Struktur tubuh Euglena viridis
Contoh yang refrensitatif dalam membahas flagellata adalah Euglena dengan ciri:
1.   Bentuk tubuh memanjang bagian depan (Anterior)tumpul yang ada flagel dan bagian belakang (posterior) runeing.
2.   Lapisan cairan luar yang mengental di sebut ektoplasma. Dan bagian dalam yang agak encer di sebut endoplasma.
3.   Dalam protoplasma terdapat  inti sel,chloroplast, pyrenoid, vakuola kontraktil, dan badan paramylum.
4.   Stigma (bentuk mata) yang berwarna merah, karena mengandung Haematochrom berfungsi untuk mengarahkan organisme ke arah cahaya intensitasnya rendah.
5.   Pada lingkungan yang tidak menguntungkan akan berubah menjadi cysta
6.   Pada ujung anterior terdapat lekukan yang membentuk mulut sel (cytostome)
7.   Saluran tersebut di lanjutkan dengan membentuk kerongkongan (cytopharynx)
8.   Ujung cytopharynx menggelembung memntuk reservoir
9.   Inti sel (nukleus) berbentuk oval yang di dalamnya mengandung endosom (nukleulus) yang berfungsi sebagai sentral kegiatan reproduksi.
a.       Contoh- contoh flagellata
1.      Euglena viridis, berklorofil tetapi bila di pelihara dan di beri streptomyein, warna hijaunya akan hilang, hidup di air tawar.
2.      Astasia sp, tidak berklorofil dengan bentuk seperti Eglena,sp.
3.      Noctiluca milliaris, berflagel dua yang tidak sama panjang. Bersimbiosis dengan Alga yang menyebabkan laut bercahaya pada malam hari.
4.      Volvox globator, merupakan koloni yang beribu- ribu sel yang berflagel dua, tiap selnya berhubunganmelalui plasma. Reproduksi dengan membentukan koloni- koloni baru.
5.      Trypanosoma Cruzi, penyebab anemia (kurang darah) pada anak- anak di Amerika Tengah.
6.      Leismania donovan, penyebab penyakit kalaazar dengan gejala demam dan anemia, terdapat di Mesir, Laut Tengah dan India.




c.       Ciliata (Ciliophora)
Anggota Ciliata ditandai dengan adanya silia (bulu getar) pada suatu fase hidupnya, yang digunakan sebagai alat gerak dan mencari makanan. Ukuran silia lebih pendek dari flagel
Memiliki 2 inti sel (nukleus), yaitu makronukleus (inti besar) yang mengendalikan fungsi hidup sehari-hari dengan cara mensisntesis RNA, juga penting untuk reproduksi aseksual, dan mikronukleus (inti kecil) yang dipertukarkan pada saat konjugasi untuk proses reproduksi seksual.
              Ditemukan vakuola kontraktil yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuhnya. Banyak ditemukan hidup di laut maupun di air tawar.
Contoh : Paramaecium caudatum, Stentor, Didinium, Vorticella, Balantidium coli.
d.      Apicomplexa(Sporozoa)
            Tidak memiliki alat gerak khusus, menghasilkan spora (sporozoid) sebagai cara perkembang biakannya. Sporozoid memiliki organel-organel kompleks pada salah satu ujung (apex) selnya yang dikhususkan untuk menembus sel dan jaringan inang.
Hidupnya parasit pada manusia dan hewan.
Contoh : Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae,Plasmodium vivax. Gregarina.
Filum protozoa terbagi dalam 5 classes :
1.      Class Rhizopoda, umumnya juga disebut Sarcodina (sarkodes = berdaging). Meliputi hewan protozoa berflagel dan ameboid, dengan kekhususan satu tipe inti yaitu “monomorphik”, walaupun ada beberapa yang lebih dari satu inti. Classes ini tidak mempunyai bentuk spora. Contoh genus dari kelompok ini adalah Amoeba.
2.      Class Sporozoa, umumnya hewan bersifat parasit. Pada tahapan “infektif” hewan ini berada dalam bentuk seperti spora. Pergerakan menggunakan flagel, meluncur dengan tubuh yang elastis dan ada beberapa jenis yang memiliki pseudopodia. Contoh genus yang terkenal antara lain adalah Plasmodium, penyebab malaria.
3.      Class Ciliophora, semua anggotanya berukuran lebih besar, mempunyai silia dan bentuk silia majemuk sebagai alat gerak atau organel penarik atau pemegang makanan. Banyak organisme anggota ciliatea yang memiliki mulut sel yang disebut sitostoma. Paramecium adalah salah satu contoh genus anggota classes tersebut.
4.      Class Mastigophora, lebih sering disebut Flagellata karena memiliki alat gerak yang khas yaitu flagellum. Dalam fase hidupnya bentuk ameboid maupun pembentukan sista juga dapat terjadi. Contoh genus yang terkenal dari classes tersebut antara lain adalah Euglena
5.      Class Mycetozoa, merupakan golongan protozoa terrestrial dimana fase plasmodium merupakan ciri khas dalam hidupnya. Sedangkan pembentukan sista juga dapat terjadi.

C.   CIRI – CIRI UMUM PADA PROTOZOA
Hidup sendiri atau berkoloni dengan simetri tubuh bersifat bilateral simetris, radial atau non simetris
1.         Umumnya berbentuk tetap, oval, panjang dan bulat. Pada beberapa spesies bentuknya bervariasi tergantung pada umur dan perubahan lingkungan
2.         Sebagai organisme uniseluler mempunyai kelengkapan alat gerak berupa flagellum, silium, pseudopodium atau bergerak menggunakan gerakan selnya
3.         Inti jelas, berjumlah satu atau lebih dari satu, mempunyai struktur organel-organel dan tidak terdiri dari jaringan.
4.         Struktur cangkang dimiliki oleh beberapa spesies, beberapa spesies lain membentuk sista resisten atau spora penyebaran untuk menghadapi keadaan yang kurang menguntungkan baginya
D.   REPRODUKSI PROTOZOA
Perkembangbiakan.
a.      pembelahan-mitosis
Sebagian besar Protozoa berkembang biak secara aseksual (vegetatif) dengan cara :
1. pembelahan mitosis (biner), yaitu pembelahan yang diawali dengan pembelahan inti dan diikuti pembelahan sitoplasma, kemudian menghasilkan 2 sel baru.Pembelahan biner terjadi pada Amoeba. Paramaecium, Euglena. Paramaecium membelah secara membujur/ memanjang setelah terlebih dahulu melakukan konjugasi.Euglena membelah secara membujur /memanjang (longitudinal).
2. Spora, Perkembangbiakan aseksual pada kelas Sporozoa (Apicomplexa) dengan membentuk spora melalui proses sporulasi di dalam tubuh nyamuk Anopheles. Spora yang dihasilkan disebut sporozoid.

b.      Seksual (Generatif)
Perkembangbiakan secara seksual pada Protozoa dengan cara:
·                    Konjugasi, Peleburan inti sel pada organisme yang belum jelas alat kelaminnya.Pada Paramaecium mikronukleus yang  sudah dipertukarkan akan melebur dengan makronukleus, proses ini disebut singami
·                     Peleburan gamet Sporozoa (Apicomplexa) telah dapat menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. Peleburan gamet ini berlangsung di dalam tubuh nyamuk.

                                                                Nyamuk plasmoium















Gambar  Siklus hidup


·           Perbandingan Anatara Hewan Dan Tumbuhan Yang Monoseluler
Hewan dan tumbuhan monoseluler terkadang sulit untuk di pisahkan dalam penggolongannya, karena mempunyai beberapa persamaan dan perbedaan euglena viridis, merupakan contoh organisma yang maasalah dalam pengelompokkannya. Sebagian ahli dalam memasukan dalam tumbuhan (chlorophyceae)/ alga hijau karena:
-             Mempunyai klorofil sehingga dapat berfotosintesis tetapi ahli lain memasukan ke hewan ke hewan (flagelata) karena
-             Mempunyai flagel (buku cambuk) sehingga dapat bergerak aktif
-             Memerlukan makanan berupa zat organik.
Tabel Perbandingan organisme monoseluler (hewan dan tumbuhan
No
Objek
Hewan
Tumbuhan
1.
2.

3.
4.

5.
6.
Bentuk sel
Batas sel dan bahannya
Sifat batas sel
Cara penyediaan makanan
Bahan makanan
Gerakan
Mudah berubah
Membran sel, lipoprotein

Tipis dan elastis
Lieterotrop dan Holozoik

Zat organik
Aktif dengan alat gerak
Tetap
Dinding sel, selulosa

Tebal dan kaku
Autotrof – fotosintesis

Zat anorganik
pasif





E.  PERANAN PROTOZOA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
·         Keuntungan protozoa
Tabel protezoa yang menguntungkan
No
Klas
Species
Peranannya
1.




2.


3.




4.
Rhizopoda







Rhizopoda magellata dan ellita.



Magellata
Foraminifera sp.




Rediolaria sp


Banyak yang hidup di air.




Copromonas subtilis
Apabila mengendap akan menjadi tanah globigerina yang merupakan petunjuk dalam pencaran sumber minyak bumi.
Endapannya menjadi tanah radiolaria yang di gunakan sebagai bahan penggosok.
Berperan sebagai zooplangtondalam ekosistem atau juga sebagai predator dalam jaring-jaring makanan
Terdapat pada faces dan mampu mengubah faces untuk di jadikan pupuk.


·         Kerugian Prortozoa
Secara umum protozoa banyak yang merugikan, terutama yang pathogen (penyebab penyakit) terutama klas zporzoa semuanya bersifat parasit.

Tabel protozoa yang merugikan
No
Klas
Species
Peranannya
1.









2.















3.
Rhizopoda









Magellata















Cilliata
Entaoeba gigiyalis

Entamoeba histolyae



Hydramoeba hydhanema

Entamoeba colli

Tryponosoma gambense


Trypanosoma rhodesieuse


Trypnosoma evansi

Leismania donovani
Leismania trofica
Leismenia braziliensis
Glardia lambhe

Trichomonas homims
Trichomonas vagmams

Laerymaria olor
Lsotricha intestinahs
Boxtonella sulcata




Eumoria stiedea
Isospora fellis
Isospora hominis
Plasmodium falciparum

Plasmodium vivax

Plasmodium malariae
Mengganggu kesehatan mulut gigi
Menyerang dinding usus sehingga menimbulkan disentri.
Parasit pada pencernaan Hydra sp menyerang usus halus. Penyebabnya di sentu
Dapat menyebabkan mencret (buang air besar)
Penyakit tidur manusia yang di bawa oleh lalat fsetse (glosina palpalis)
Penyakit tidur manusia yang di bawa oleh lalat fsetse (glossinal morsitans)
Penyebab penyakit surra       ( malan- malan) pada ternak
 Penyebab penyakit kelenjar

Menyebabkan penyakit kulit
Parasit pada inti besardan punya alat penangkap.
Parasit pada tubuh manusia
Penyebab keputihan pada vagina.

Parasit pada usus ternak
Parasit pada usus sekum (usus buntu)ternak penyebab penyakit diare pada manusia dan berbagai hewan ternak (balantidiosis)
Parasit pada usus marnot
Parasit pada usus kucing
Parasit pada usus manusia
Penyebab penyakit malaria trofika (1x 24 jam)
Penyebab penyakit malaria tertiana (2x24 jam)
Penyebab penyakit kuartana (3x24 jam)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar